JAKARTA, AFU.ID — Arus dana asing kembali membanjiri pasar saham Indonesia pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Hingga penutupan sesi I, investor asing tercatat melakukan pembelian saham senilai Rp2,52 triliun. Angka ini memperkuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,47 persen ke level 6.487,95, mendekati angka psikologis IHSG yaitu Rp6.500.
Data perdagangan yang dikutip dari Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp2,52 triliun, sedangkan penjualan asing berada di level Rp1,88 triliun. Dengan demikian, posisi bersih atau net foreign buy investor asing tercatat Rp648,22 miliar. Total transaksi perdagangan saham hingga jeda siang mencapai Rp7,98 triliun dengan volume 22,46 miliar saham.
Penguatan IHSG berlangsung cukup merata. Sebanyak 417 saham berada di zona hijau, sementara 187 saham melemah dan 185 saham lainnya bergerak stagnan. Di antara sektor yang menguat, sektor bahan baku menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 3,58 persen. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi salah satu sasaran utama akumulasi investor asing, dengan catatan net foreign buy Rp333,40 miliar. Setelahnya ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net foreign buy Rp186,23 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp114,91 miliar.
Derasnya transaksi asing tersebut turut mengangkat saham-saham berbasis komoditas. AMMN menjadi salah satu penggerak utama karena memiliki eksposur terhadap bisnis tembaga dan emas, sementara ANTM mendapat sentimen dari penguatan saham-saham komoditas secara umum. Penguatan IHSG juga terjadi seiring membaiknya sentimen di bursa kawasan Asia. Pada sesi I, indeks Nikkei Jepang menguat 1,34 persen dan Hang Seng Hong Kong naik 1,33 persen. Kondisi tersebut memberikan tambahan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Meski demikian, derasnya pembelian asing belum otomatis berarti seluruh dana tersebut masuk secara permanen ke pasar saham Indonesia. Angka Rp2,52 triliun merupakan total nilai pembelian atau foreign buy, sedangkan ukuran arus dana asing secara bersih adalah selisih antara pembelian dan penjualan, yakni Rp648,22 miliar. (EER)