JAKARTA, AFU.ID — Erwin Abdullah mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Emas tersebut menjadi yang kedua bagi kontingen Merah Putih setelah sebelumnya diraih tim beregu putra bulu tangkis. Tambahan medali emas itu turut mendongkrak posisi Indonesia di klasemen sementara perolehan medali. Indonesia naik ke peringkat ke-14 dengan koleksi 2 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
Erwin Abdullah meraih emas pada nomor angkat besi kelas 75 kilogram putra yang digelar Sabtu (26/9/2026). Atlet Indonesia tersebut tampil impresif dengan membukukan total angkatan 366 kilogram. Catatan itu terdiri atas snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. Hasil tersebut memastikan Rahmat menjadi juara sekaligus mengungguli para pesaingnya dari Thailand dan Korea Utara.
Prestasi Rahmat tidak berhenti pada raihan medali emas semata. Lifter berusia 25 tahun itu juga memecahkan dua rekor dunia dalam satu pertandingan. Rekor pertama tercipta pada angkatan clean and jerk seberat 206 kilogram. Rekor kedua hadir melalui total angkatan 366 kilogram yang menjadi catatan terbaik dunia pada kelas 75 kilogram putra.
Erwin Abdullah lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 13 Oktober 2000. Ia merupakan putra dari pasangan mantan atlet angkat besi Indonesia, yakni Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono. Ayahnya pernah meraih medali perak pada Asian Games 2002, sedangkan ibunya merupakan peraih medali emas SEA Games 1995. Latar belakang keluarga tersebut membuat Rahmat telah mengenal dunia angkat besi sejak usia dini.
Bakat Rahmat mulai terlihat ketika tampil di berbagai kejuaraan usia muda. Pada 2019, ia meraih medali emas Kejuaraan Junior Asia di Pyongyang, Korea Utara. Di tahun yang sama, Rahmat juga sukses meraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina. Prestasi tersebut menjadi awal dari perjalanan gemilangnya di level internasional.
Karier Rahmat semakin melesat saat tampil pada Olimpiade Tokyo 2020. Dalam ajang olahraga terbesar dunia tersebut, ia berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia di kelas 73 kilogram putra. Raihan itu menjadikannya salah satu atlet muda Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Sejak saat itu, Rahmat konsisten menjadi andalan Indonesia pada cabang olahraga angkat besi.
Selain medali Olimpiade, Rahmat juga mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat dunia. Ia merupakan juara dunia angkat besi kelas 73 kilogram pada Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent dan Kejuaraan Dunia 2022 di Bogota. Berbagai gelar internasional tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu lifter terbaik yang dimiliki Indonesia. Konsistensi itulah yang membuat Rahmat selalu menjadi tumpuan Merah Putih dalam setiap ajang besar.
Asian Games 2026 menjadi bukti terbaru kualitas yang dimiliki Rahmat. Setelah meraih emas pada Asian Games Hangzhou 2022 di kelas 73 kilogram, ia kembali menjadi juara pada Asian Games 2026 meski turun di kelas 75 kilogram. Keberhasilan mempertahankan gelar tersebut menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan perubahan kategori pertandingan. Rahmat juga membuktikan diri tetap menjadi salah satu lifter paling dominan di Asia.
Bagi Indonesia, emas yang diraih Rahmat memiliki nilai yang sangat penting. Selain menambah koleksi medali, kemenangan tersebut membuat posisi Indonesia melonjak dalam klasemen sementara Asian Games 2026. Di tengah persaingan ketat antarnegara Asia, Rahmat tampil sebagai sosok yang membawa Indonesia kembali bersaing di papan tengah klasemen. Prestasinya di Nagoya sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu atlet terbaik Indonesia saat ini.(RHU)