JAKARTA, AFU.ID — Tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada Sabtu (26/9/2026) atau hari ke-14 operasi pencarian dan pertolongan. Dari jumlah tersebut, empat korban ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal di Laut Jawa, sementara tujuh korban lainnya ditemukan di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Dengan tambahan 11 korban tersebut, jumlah korban yang telah ditemukan hingga Sabtu pukul 20.00 Wita mencapai 172 orang. Total korban yang telah ditemukan terdiri dari 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 71 penumpang masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan empat korban ditemukan oleh tim penyelam gabungan melalui pelaksanaan sortie I hingga sortie IV. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir kembali kawasan sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk memastikan tidak ada korban yang masih berada di sekitar badan kapal. Operasi tersebut berlangsung hingga pukul 16.10 Wita dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.
Keempat jasad yang ditemukan kemudian dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan. Selanjutnya, korban dibawa menuju KRI Gusti Ngurah Rai (GNR) untuk menjalani penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Setelah itu, para korban diterbangkan menggunakan helikopter HS Panther 1311 yang mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, pada pukul 18.18 Wita.
Sementara itu, Kantor SAR Palangka Raya melaporkan penemuan tujuh jasad lainnya di wilayah Kalimantan Tengah. Rinciannya, empat korban ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua korban ditemukan di Kabupaten Seruyan, dan satu korban ditemukan di Sungai Cabang, Pangkalan Bun. Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk penanganan lebih lanjut.
Basarnas memastikan seluruh jasad yang ditemukan akan menjalani proses identifikasi. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing. Penanganan korban dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan.
Mohammad Syafii mengatakan seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang masih hilang. Koordinasi diperkuat tidak hanya di lokasi utama tenggelamnya kapal, tetapi juga di sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban yang belum ditemukan.
"Operasi SAR masih terus kami laksanakan secara maksimal. Setiap temuan akan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga," ujarnya.
Basarnas menegaskan sinergi seluruh unsur SAR gabungan akan terus diperkuat hingga operasi pencarian selesai. Personel, kapal, tim penyelam, serta berbagai sarana pendukung lainnya tetap dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang. Hingga Sabtu malam, fokus utama operasi SAR masih tertuju pada pencarian 71 korban yang belum ditemukan. (RHU)