JAKARTA, AFU.ID — Antrean panjang bahan bakar minyak BBM subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Makassar membuat pemerintah menerapkan pembatasan pembelian berdasarkan pelat nomor kendaraan. Namun, aturan tersebut tidak berlaku untuk pengemudi ojek dan taksi online. Mereka tetap diperbolehkan mengisi BBM tanpa mengikuti aturan ganjil-genap dengan syarat menunjukkan aplikasi dan atribut ojek online (ojol).
Di tengah aturan tersebut, pemerintah menemukan sejumlah faktor yang membuat konsumsi BBM subsidi melonjak dan antrean mengular. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, ada kendaraan yang mengantre meski tangkinya belum kosong, sementara sebagian lainnya diduga memanfaatkan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi berkapasitas sangat besar. “Ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki besar sampai 700 liter, satu ton, isi minyak di situ,” kata Bahlil.
Lonjakan permintaan juga dipengaruhi perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut, permintaan Pertalite secara nasional meningkat hingga 11 persen dari kondisi normal akibat pergeseran konsumsi tersebut. Di Makassar, pembelian BBM subsidi juga dibatasi maksimal Rp50 ribu untuk sepeda motor dan Rp300 ribu untuk mobil, sedangkan truk dan bus dilayani pada malam hingga pagi hari.
Bahlil menambahkan, antrean yang terjadi di Makassar bukan disebabkan gangguan pasokan BBM nasional karena cadangan energi tersebut masih berada pada kondisi aman. Pemerintah bersama pemerintah daerah, Pertamina, dan kepolisian juga terus melakukan penertiban sehingga antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang. “Sekarang untuk di Makassar kita sudah bekerja sama dengan Gubernur, dengan Walikota, dengan pihak kepolisian, untuk kita mengurai. Nah, sekarang udah alhamdulillah sekarang udah mulai terurai,” ujar Bahlil.
Pertamina Patra Niaga mencatat lebih dari 35 dari 45 SPBU yang melayani BBM subsidi di Kota Makassar atau sekitar 80 persen telah menunjukkan kondisi yang lebih kondusif. Untuk mempercepat pelayanan, Pertamina menambah operator dan jalur pengisian, mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam, serta menambah tiga SPBU modular di kawasan Center Point of Indonesia. “Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat,” kata Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo. (RAI)