JAKARTA, AFU.ID — Empat pekerja tambang nikel PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) meninggal dunia setelah tertimbun longsor di area Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (22/09/26) sore. Peristiwa terjadi saat aktivitas produksi masih berlangsung dan para pekerja berada di lokasi kerja.
Kapolsek Wiwirano Ipda Januar Irfan mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 16.40 WITA. Awalnya, terjadi longsor berskala kecil yang menimbun satu unit alat berat jenis ekskavator. Setelah itu, sejumlah pekerja berupaya melakukan evakuasi terhadap alat berat yang terdampak material longsor.
Menurut Januar, karena kondisi cuaca mulai mendung dan jam kerja mendekati akhir giliran, proses evakuasi sempat dihentikan dan direncanakan dilanjutkan keesokan harinya. Namun sebelum para pekerja meninggalkan lokasi, longsor susulan dengan skala lebih besar terjadi dan menimbun area kerja.
“Namun, saat tim produksi hendak meninggalkan lokasi, longsor susulan dengan skala lebih besar terjadi dan menimbun area kerja serta enam karyawan yang berada di lokasi tersebut,” kata Ipda Januar Irfan, Rabu (23/09/26).
Dari enam pekerja yang berada di lokasi, dua orang berhasil menyelamatkan diri. Mereka adalah Dedi Akumadi (46) dan Muh Murtazan (20). Sementara empat pekerja lainnya tertimbun material longsor dan ditemukan meninggal dunia.
Empat korban meninggal dunia masing-masing bernama Brian Yoga Pratama, Peris (44), Ghea Kurnia Yoga (27), dan Wayan Juliana Putra (27). Proses pencarian dan evakuasi berlangsung hingga dini hari dengan melibatkan aparat kepolisian dan tim identifikasi di lokasi kejadian.
Personel Polsek Wiwirano yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan awal bersama tim terkait. Evakuasi seluruh korban berhasil diselesaikan sekitar pukul 03.00 WITA pada Rabu dini hari. Setelah dievakuasi, jenazah para korban dibawa ke Kantor PT KDI di Jalan Bunga Matahari 2, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari.
Pihak perusahaan kemudian memfasilitasi proses pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing. Khusus untuk korban Brian Yoga Pratama, jenazah juga dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk penanganan medis lanjutan atas permintaan keluarga.
Hingga Rabu, aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan longsor susulan menimpa para pekerja di area tambang. (RHU)