JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan skenario pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa apabila kualitas udara mengalami penurunan signifikan. Opsi tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi dampak polusi udara yang masih membayangi Ibu Kota, termasuk potensi pengaruh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari luar wilayah Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan penerapan PJJ akan mempertimbangkan data resmi kualitas udara serta tingkat risiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi kelompok rentan. “Rekomendasi PJJ bagi siswa dapat diterapkan apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi,” kata Chico, Senin.
Selain skenario PJJ, Pemprov DKI juga menyiapkan langkah lain berupa pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan serta imbauan penggunaan masker apabila kondisi udara dinilai tidak sehat. Wacana tersebut muncul di tengah kewaspadaan pemerintah terhadap potensi dampak asap karhutla. Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lapisan asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat terpantau melintas di atmosfer atas Jakarta dan sekitarnya pada 16 Oktober 2026.
Namun, asap tersebut berada pada lapisan atmosfer yang tinggi sehingga tidak secara langsung memengaruhi kualitas udara permukaan yang dihirup masyarakat. Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat seiring perubahan arah angin.
Meski demikian, kualitas udara Jakarta masih menghadapi tekanan dari sumber pencemar lokal. Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta kondisi musim kemarau menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di sejumlah titik pemantauan. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI telah mengoperasikan 179 perangkat water mist yang terpasang di 145 gedung untuk membantu menekan konsentrasi polutan di udara. Pemerintah daerah juga menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi memungkinkan.
Kebijakan PJJ sendiri bukan hal baru bagi Jakarta. Pada periode polusi udara tinggi beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah pernah menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan polusi terhadap pelajar. Opsi serupa kembali disiapkan jika kualitas udara menunjukkan tren yang membahayakan kesehatan warga. Pemprov DKI belum menetapkan kebijakan PJJ. Pemerintah masih melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas udara dan akan mengevaluasi langkah lanjutan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. (RHU)