JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto berjanji memperbaiki institusi kejaksaan dan kepolisian. Menurutnya, aparat penegak hukum harus bersih, tidak korup, serta memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme yang tinggi. Hal itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan jurnalis senior Akbar Faizal dalam program Presiden Prabowo Subianto Menjawab, yang ditayangkan di podcast Akbar Faizal Uncensored diakses, Jumat (18/9/2026).
Akbar mulanya menyoroti keluhan masyarakat soal bagaimana lembaga penegak hukum memperlakukan ruang publik. Ia menyebut munculnya bahasa brutal dari aparat kepolisian dan kejaksaan, serta menyinggung kasus Jampidsus dan uang yang ditemukan padanya. Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme. "Tidak mau tidak mau kita harus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme, baik kejaksaan maupun kepolisian," kata Prabowo.
Prabowo menilai salah satu syarat negara yang berhasil adalah aparat penegak hukum yang bisa diandalkan, bersih, dan tidak korup. Namun ia mengakui bahwa tantangan di sektor ini sangat besar karena godaan yang dihadapi juga besar. "Di semua negara, bagaimana membuat aparat penegak hukum dan sistem yudikatif semuanya, polisi, jaksa, dan pengadilan, inilah kunci kita berhasil atau tidak," ujarnya.
Prabowo menyatakan sudah memberikan isyarat dan imbauan kepada semua lembaga untuk membersihkan diri masing-masing, termasuk TNI. Menurutnya, korupsi adalah penyakit yang menyerang semua institusi. Ia juga mengingatkan para juniornya yang memegang kepemimpinan di TNI dan institusi lain agar berani menegakkan disiplin ke dalam, memberi contoh, dan bertindak terhadap penyimpangan. "Kalau ada umpamanya tambang-tambang ilegal, biasanya itu dapat backing, dapat perlindungan dari siapa? Dari mereka yang punya kekuasaan. Ini yang harus kita tertibkan," katanya.
Prabowo menambahkan, di era digital dan AI, tindakan penipuan dan penyembunyian kekayaan hasil korupsi semakin sulit dilakukan karena dapat ditelusuri. Ia menyebut bank-bank juga bisa dikenai denda jika menerima uang hasil korupsi. "Ujungnya nanti kita harus lebih pandai mencari banker-banker itu. Karena sekarang bisa ditelusuri kok uang ke mana sistemnya," ujarnya. Ia menutup jawabannya dengan menegaskan bahwa perbaikan institusi penegak hukum adalah tantangan besar yang harus dihadapi bersama. "Ya, saya kira itu jawaban saya," kata Prabowo. (EER)