AFU.id

Menjauh dari Perebutan Kekuasaan, Mendekat untuk Kemaslahatan: Pandangan Politik Khas Gus Baha yang Kini Duduk di Jajaran Tertinggi PBNU

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau Gus Baha, telah resmi ditunjuk sebagai Wakil Rais Aam dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031, mendampingi Rais Aam KH. Miftachul Akhyar. Dikenal sebagai ulama kharismatik yang menjauh dari politik praktis, Gus Baha menyatakan bahwa politik seharusnya berorientasi pada kemaslahatan publik dan tidak terjebak pada ambisi kekuasaan pribadi. Dengan posisinya yang baru, diharapkan Gus Baha dapat memperkuat otoritas keilmuan pesantren dan memberikan arahan moral bagi kebijakan kebangsaan serta keumatan NU ke depan.

Menjauh dari Perebutan Kekuasaan, Mendekat untuk Kemaslahatan: Pandangan Politik Khas Gus Baha yang Kini Duduk di Jajaran Tertinggi PBNU
Gus Baha berbincang dengan Ganjar Pranowo (ANTARA)

Sentimen Berita

80% sumber condong ke netral

Kiri20%
Suara
Netral80%
Kumparan
Detik
SINDOnews
Media Indonesia
Kanan0%

Berita Terkait

Pilihan Redaksi