Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mempersiapkan somasi terhadap tiga orang yang menyebarkan tudingan mengenai penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di media sosial, meminta mereka untuk membuktikan pernyataannya atau menghadapi langkah hukum. Gus Ipul menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas setiap pernyataan publik dan meminta agar semua pihak menghormati keputusan Muktamar yang telah resmi, sambil mengajak kader NU untuk menghentikan perdebatan dan fokus pada persatuan serta rekonsiliasi setelah forum tersebut.
Sekretaris Jenderal PBNU periode 2021-2026 Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan jelang pelaksanaan rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
JAKARTA, AFU.ID — Sekretaris Jenderal PBNU periode 2021-2026 Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyiapkan somasi terhadap tiga orang terkait tudingan mengenai penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang beredar di media sosial. Gus Ipul meminta ketiganya membuktikan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik. Jika tidak mampu memberikan bukti, ia akan mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
"Ada tiga orang yang akan kita somasi. Mereka akan kita minta untuk membuktikan apa yang sudah mereka ucapkan. Kalau tidak bisa membuktikan, tentu akan kita teruskan melalui jalur hukum," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026). Menurut Gus Ipul, langkah tersebut bukan untuk membatasi kritik dan perbedaan pendapat. Ia menegaskan setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita mencatat, kita mencermati semua pendapat yang diberikan oleh kader-kader NU di media sosial. Tentu setiap yang disampaikan harus dipertanggungjawabkan," ujarnya. Gus Ipul menyampaikan rencana tersebut setelah bertemu Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin. Pertemuan itu membahas kondisi NU setelah Muktamar.
Gus Ipul mengatakan Muktamar telah selesai dan seluruh keputusan merupakan hasil forum resmi peserta. Ia juga meminta seluruh pihak menghormati keputusan tersebut. "Muktamar sudah selesai. Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat," katanya. Ia menyayangkan masih adanya pernyataan di media sosial yang memperdebatkan proses Muktamar setelah forum berakhir.
Addin Jauharudin turut meminta kader dan warga NU menghentikan perdebatan mengenai hasil Muktamar. Menurut dia, seluruh tahapan Muktamar telah memiliki legitimasi. "Muktamar sudah selesai. Semua proses dari A sampai Z sudah punya legitimasi penuh. Karena itu saya mengimbau seluruh sahabat dan warga NU, mari kita sudahi perdebatan soal Muktamar," kata Addin.
Addin yang bertugas sebagai Koordinator Keamanan Nasional dalam pelaksanaan Muktamar meminta seluruh elemen NU kembali menjalankan tugas masing-masing. Gus Ipul mengapresiasi ajakan tersebut. Ia menyebut persatuan dan rekonsiliasi perlu dikedepankan setelah Muktamar. "Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Sekarang waktunya kembali berkhidmat. NU saklawase," ujar Gus Ipul. (FAD)