JAKARTA, AFU.ID — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Mas Botok alias Supriyono, membantah tudingan bahwa aksi demonstrasi 27 Agustus di depan Gedung DPR RI, Jakarta, dibekingi kelompok yang disebut sebagai “Geng Solo”. Supriyono menegaskan, aksi yang dibawa AMPB merupakan gerakan masyarakat biasa dan tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok tertentu, termasuk “Geng Solo” maupun pihak penguasa.
“Yang pasti perlu teman-teman ketahui bahwa gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tidak ada tunggangan-tunggangan. Kita dibekingi Geng Solo, kita dibekingi Geng Penguasa, kita tidak kenal Geng Solo, kita tidak kenal Geng Penguasa,” kata Supriyono kepada awak media di Jakarta, Rabu kemarin.
Menurut dia, AMPB merupakan gerakan yang berasal dari masyarakat akar rumput. Ia menyebut para peserta datang dari berbagai kampung dengan membawa aspirasi yang dinilai mewakili keresahan masyarakat. “Ini murni gerakan rakyat-rakyat biasa yang berasal dari kampung, karena ini yang tadi saya sampaikan, ini adalah aspirasi rakyat Indonesia,” ujarnya.
Surpiyono mengatakan salah satu keresahan yang menjadi latar belakang gerakan tersebut adalah persoalan korupsi yang dinilainya semakin memprihatinkan. “Karena kita tahu sendiri korupsi ke sini semakin akut, semakin menyedihkan,” katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa keberangkatan massa AMPB ke Jakarta bertujuan membuat kerusuhan. Menurutnya, rombongan dari Pati datang untuk mendukung aksi yang digelar kelompok masyarakat di kawasan Jabodetabek pada 27 Agustus. “Jadi kami datang di Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami ke Jakarta itu mendukung gerakan dari kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” ujar Supriyono.
Ia menegaskan lokasi dan fokus gerakan AMPB berada di depan Gedung DPR RI. Supriyono juga menyatakan pihaknya hanya membawa dua tuntutan yang menjadi agenda aksi. “Kita asli fokus di depan DPR RI, dan kita fokus kepada dua tuntutan itu,” katanya.
Supriyono sekaligus membantah bahwa aksi tersebut diarahkan untuk menyerang atau menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Tidak ada pelengseran Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo akan lebih baik, tidak ada kita niatan seperti itu,” ujarnya.
Ia menegaskan AMPB akan tetap berfokus pada dua aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut. Menurut dia, apabila nantinya muncul agenda atau tindakan di luar tuntutan yang telah disampaikan, hal itu tidak berasal dari AMPB. “Kita fokus kepada dua aspirasi tersebut. Kalau misalnya ada, itu bukan dari AMPB,” kata Surpiyono. (EER)