Penulis: Administrator · Reporter: Fadhlan Robbani
AFU.ID - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya langkah Iran menutup Selat Hormuz, dinilai akan berdampak fatal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menyikapi hal ini, pengamat politik Rocky Gerung menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah berani dengan menunda atau membatalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rocky menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM akan otomatis memicu inflasi harga bahan pangan. Akibatnya, patokan harga per porsi dalam program MBG tidak akan lagi relevan, yang berujung pada penurunan kualitas makanan dan memicu protes dari masyarakat.
"Saya kira membatalkan MBG atau menunda dalam jangka yang panjang itu lebih masuk akal. Kesulitan BBM dan bahan mentah yang diakibatkan oleh melonjaknya harga-harga itu langsung menurunkan kualitas dari makan bergizi itu, dan itu akan menambah kritik pada pemerintah," kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube pribadinya, Jumat 6 Maret 2026.
Menurut Rocky, krisis global ini justru bisa menjadi momentum atau force majeure bagi Presiden Prabowo untuk menghentikan sementara proyek-proyek yang membebani APBN demi menyelamatkan ekonomi negara, sekaligus memperbaiki tata kelola program tersebut.
"Ini kesempatan sebetulnya bagi Presiden untuk memikirkan secara bijaksana menghentikan sementara atau bahkan menghentikan seluruhnya. Tentu ini adalah force majeure sebetulnya. Tetapi Presiden Prabowo harus secara kuat tiba di depan media massa dan menerangkan mengapa MBG itu mesti dibatalkan," jelasnya.
Selain itu, Rocky menilai langkah penundaan MBG di tengah krisis justru sejalan dengan esensi "Prabowonomics" yang mengedepankan keadilan sosial. Jika pemerintah memaksakan program konsumtif saat APBN tertekan, yang terjadi justru ketidakadilan baru bagi kelas menengah dan bawah yang tabungannya semakin tergerus untuk menutupi kebutuhan dasar sehari-hari.
"Biarkan Prabowonomics itu menjadi rolling plan. Artinya dia bergulir, direncanakan mengikuti keadaan dan kondisi sosial yang hari-hari ini sedang ada dalam ketegangan tinggi," pungkas Rocky. (*)