JAKARTA, AFU.ID - Pengusaha sawit Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, dikabarkan telah diberi mandat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkoordinasikan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Mandat khusus dari Presiden Prabowo ini disampaikan melalui Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin pada Sabtu (22/8/2026), sekitar pukul 11.00 WITA.
Haji Isam akan berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol M. Fadil Imran. Menerima instruksi tersebut, Haji Isam langsung terbang menuju Banjarmasin menggunakan pesawat pribadi pukul 12.45 WITA untuk memimpin dan mengonsolidasikan seluruh kekuatan gabungan operasi darurat.
Setibanya di lokasi, ia segera menggelar rapat koordinasi terbatas di ruang VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Rapat tersebut juga dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda, serta jajaran Forkopimda.
Fokus utama rapat membahas penanganan titik api di lahan gambut dalam yang tidak bisa diakses kendaraan pemadam besar. Tim sepakat menerapkan strategi pemadaman darat melalui penyambungan selang pemadam secara berantai agar jangkauan air menembus kawasan rawa.
Usai rapat, Haji Isam beserta rombongan meninjau langsung kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, yang merupakan salah satu titik api paling kritis berdekatan dengan area bandara. Operasi darat ini turut diperkuat pengerahan armada pesawat dan helikopter water bombing.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menegaskan, seluruh modalitas mitigasi disiapkan demi menekan perluasan titik api, termasuk komitmen menindak tegas korporasi jika terbukti menjadi penyebab timbulnya karhutla. "Saya kira ya kita, saya sudah lihat situasi, kita ikuti terus, kita ambil langkah-langkah mitigasi. Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api. Alhamdulillah ini berjalan terus," kata Presiden Prabowo saat meninjau lokasi terdampak.
Presiden Prabowo menambahkan, koordinasi lintas sektor terus berjalan dan pasokan sarana pendukung seperti helikopter dan mesin bor akan terus ditambah di lapangan. "Jadi saya berharap kita segera bisa kendalikan. Dan kalau kita lihat sejarah, tahun-tahun, berapa tahun-tahun yang dulu, sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi, saya percaya ini segera kita atasi," ujar Prabowo.
Mengenai dugaan keterlibatan entitas bisnis dalam bencana ini, Presiden Prabowo memberikan sinyal keras. ”Oh iya, harus, harus kita tindak ya. Akan kita tindak. Kalau bener-bener terbukti, ya kita tindak. Kita akan tindak sesuai dengan hukum dan peraturan,” tegas Prabowo. (MAR)