Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
50 Ribu Buruh Gelar Demo di Jakarta Besok: Ini Jalur Alternatif untuk Hindari Macet Kawasan Bundaran HI, Monas, dan DPR
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sekitar 50 ribu buruh dijadwalkan akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan beberapa titik di Jakarta Pusat pada Kamis, 24 September 2026, untuk mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Aksi ini diperkirakan akan menyebabkan kemacetan di area tersebut, sehingga pihak kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif dan meminta masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memantau perkembangan lalu lintas. Beberapa isu yang akan disoroti dalam demonstrasi ini termasuk mekanisme PHK, sistem pengupahan, pekerja kontrak, dan pekerja platform digital.
Ilustrasi - Puluhan ribu buruh dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sejumlah titik Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID— Sebanyak 50 ribu buruh dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Sudirman-Thamrin dan sejumlah titik Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). Massa aksi diperkirakan mencapai 50 ribu orang dan berpotensi membuat lalu lintas macet di sekitar lokasi demonstrasi. Polisi telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi masyarakat yang hendak melintas di kawasan terdampak.
Aksi tersebut menjadi agenda lanjutan serikat pekerja untuk mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Sebelumnya, rencana aksi pada 17 September ditunda karena buruh memilih membuka ruang dialog dengan Panja Komisi IX DPR RI pada 16 September. Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain mekanisme PHK, sistem pengupahan, pekerja kontrak, outsourcing, dan pekerja platform digital.
TMC Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, khususnya di kawasan Sudirman-Thamrin, Monas, dan sekitar Gedung DPR/MPR RI. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan arahan petugas. “Untuk menghindari kepadatan, masyarakat dapat memilih rute alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan,” tulis TMC Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta masyarakat merencanakan perjalanan sejak awal dan memantau perkembangan lalu lintas sebelum berangkat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengaturan lalu lintas membuat mobilitas masyarakat sedikit terganggu selama aksi berlangsung. (RAI)