Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
50 Ribu Buruh Gelar Demo di Sudirman-Thamrin Jakarta Hari Ini, 1.550 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sebanyak 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi damai di Jakarta pada Kamis (24/9/2026) untuk menyampaikan aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, dengan 1.550 personel polisi disiagakan untuk mengatur lalu lintas di lokasi aksi. Para buruh membawa 11 tuntutan yang mencakup isu-isu seperti kepastian kerja, pengupahan, dan perlindungan buruh perempuan, serta akan menyerahkan petisi kepada Presiden Prabowo Subianto. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif jika diperlukan, mengingat potensi kepadatan di sekitar Sudirman-Thamrin dan Monas selama aksi berlangsung.
Arsip - Pemprov DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jl Sudirman-MH Thamrin selama malam pergantian tahun baru 2025. (ANTARA FOTO/DWI PRASETYA)
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 1.550 personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya disiapkan untuk mengamankan mobilitas masyarakat saat aksi buruh, Kamis (24/9/2026). Personel akan ditempatkan di sejumlah titik, mulai dari Semanggi, Sudirman, kawasan UOB, Senayan, Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Patung Kuda, hingga Monas. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi peningkatan kepadatan atau penutupan ruas jalan akibat kegiatan di lokasi tersebut.
Aksi tersebut diikuti sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Massa dijadwalkan menggelar aksi damai di Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat, dengan titik awal dari kawasan Semanggi dan tujuan menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin. Aksi digelar untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, sedangkan perwakilan buruh juga akan menyampaikan petisi kepada pemerintah.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut KBPBI membawa 11 tuntutan dalam aksi tersebut. Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi kepastian kerja, outsourcing, pengupahan, pekerja platform, pesangon, perlindungan buruh perempuan, hingga peningkatan keterampilan pekerja. “Jadi jam 09.00 WIB pagi itu, ada pimpinan buruh yang memimpin aksi massa langsung, dan ada juga yang mengirimkan petisi, surat pada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” ujar Andi.
Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi di sekitar Sudirman-Thamrin, Monas, dan kawasan Gedung DPR/MPR RI selama aksi berlangsung. Polda Metro Jaya akan menyesuaikan pengaturan arus berdasarkan situasi di lapangan, termasuk melakukan pengalihan arus apabila diperlukan. “Kami menghormati ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Pada saat yang sama, kami juga ingin memastikan masyarakat yang bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto.
Budi mengimbau masyarakat yang hendak melintas di sekitar lokasi aksi untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan memperhatikan informasi lalu lintas. Pengendara juga diminta mempertimbangkan jalur alternatif jika terjadi kepadatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. “Gunakan jalur alternatif apabila diperlukan dan ikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya. (RAI)