JAKARTA, AFU.ID — Sebuah momen seremonial di Oval Office, Gedung Putih, Washington D.C., pada Rabu (7/10/2026) mendadak menyedot perhatian dunia. Namun, perhatian publik bukan berpusat pada komitmen hibah fantastis bernilai miliaran dolar AS, melainkan pada gestur serta ekspresi wajah tidak biasa dari pengusaha sekaligus filantropi terkemuka, Susan Dell. Istri dari pendiri dan CEO Dell Technologies, Michael Dell, itu berdiri mendampingi suaminya serta Presiden Donald Trump untuk mempromosikan skema investasi anak-anak Amerika Serikat bertajuk program Trump Accounts.
Namun, bahasa tubuh Susan yang kaku, gerakan tubuh yang canggung, serta mimik wajah yang dinilai 'menyeramkan' dan tidak alami dengan cepat beredar luas di media sosial, terutama di platform X, hingga memicu reaksi riuh dari warganet. Secara resmi, kedatangan pasangan miliarder tersebut ke Gedung Putih adalah untuk mengumumkan dukungan dana sebesar US$6,25 miliar (sekitar Rp100 triliun). Dana pribadi dari pasangan ini dialokasikan untuk mendanai sekitar 25 juta akun investasi bernilai US$250 per anak. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang terlewat dari skema stimulus dana federal sebesar US$1.000 per anak yang dialokasikan bagi kelahiran tahun 2025 hingga 2028.
Di hadapan para awak media di Oval Office, Susan yang berbalut gaun merah menyampaikan pesan hangat mengenai arti penting investasi masa depan bagi generasi muda. "Anak-anak memberi tahu kami bahwa mereka ingin menjadi pengusaha... perawat, dokter, hingga insinyur. Mereka ingin membangun perusahaan mereka sendiri suatu hari nanti," ujar Susan Dell di Oval Office. "Investasi terbesar yang mungkin bisa kita lakukan adalah pada anak-anak. Ini bukan sekadar mengenai uangnya semata... Mengetahui bahwa ada seseorang yang percaya pada Anda dan masa depan Anda, itu sama pentingnya," katanya lagi.
Michael Dell (61) menimpali bahwa pelaksanaan program tersebut telah berjalan sangat cepat sejak diumumkan. "Saya sangat senang untuk memberi tahu Anda hari ini bahwa kami telah mendanai 10 juta akun per pagi ini. Pada akhir pekan ini, kami akan mendanai seluruh 25 juta akun tersebut," tegas Michael.
Momen tersebut juga diwarnai kelakar dari Presiden Donald Trump yang menguji potensi kepemimpinan sang filantrop. Trump berseloroh bahwa ia siap memberikan dukungan politik penuh jika Susan berniat terjun ke dunia politik. "Saya akan memberikan dukungan penuh dan mutlak (complete and total endorsement) jika dia pernah memutuskan untuk masuk ke dunia politik," kelakar Trump.
Kendati membawa misi kemanusiaan yang berbobot, atensi publik justru teralihkan sepenuhnya oleh penampilan visual dan ekspresi wajah Susan Dell selama acara berlangsung. Potongan video dan foto yang memperlihatkan gerak-gerik Susan di samping Donald Trump langsung melesat menjadi tren perbincangan. Warganet menyoroti tatapan mata Susan yang dinilai linglung, senyum yang dipaksakan, serta gerakan tubuh yang kaku. Ragam komentar bernada keheranan hingga sindiran membanjiri ruang digital.
"Dari semua entitas yang membingungkan dalam simulasi ini, yang satu ini paling mengejutkan saya," tulis salah satu pengguna media sosial di platform X. "Saya masih tidak tahu siapa dia? Mengapa dia menarik punggungnya ke belakang seperti itu?" tambah warganet lainnya, sembari menunjuk pada "tatapan linglung dan hampir kebingungan di wajahnya.
Tingginya antusiasme publik atas fenomena "sebelum dan sesudah" dari penampilan Susan Dell membuat pakar bedah kosmetik selebriti asal Amerika Serikat, Dr. Jennifer Armstrong, memberikan ulasan klinis dari perspektif estetika. Meski Susan Dell sendiri tidak pernah memberikan konfirmasi resmi mengenai prosedur kecantikan yang dijalaninya, Dr. Armstrong menelaah adanya sederet perubahan struktural pada wajah perempuan berusia 60 tahun tersebut.Dalam analisis ilmiahnya, Dr. Armstrong menduga Susan telah menjalani beberapa prosedur bedah kosmetik masif.
Prosedur itu adalah, lower blepharoplasty (kelopak mata bawah). Menurut Armstrong, penarikan atau penghilangan jaringan kulit di bawah mata yang sayangnya menyebabkan kelopak mata bawah tertarik ke arah bawah. Kemudian, upper blepharoplasty and brow lift, yaitu prosedur pengangkatan alis dan penanganan kelopak mata atas yang berakibat pada perubahan bentuk mata Susan dari yang semula berbentuk almond menjadi tampak melotot atau tertekan (punched-out). Dr. Armstrong juga memperkirakan adanya tindakan rhinoplasty (operasi hidung), lip filler, chin botox, hingga buccal fat removal (pemotongan lemak pipi).
Dr. Armstrong menggarisbawahi pentingnya etika profesi dalam dunia kedokteran estetika, di mana seorang praktisi medis dituntut memiliki keberanian moral untuk membatasi atau menolak tindakan kosmetik yang berlebihan, meskipun pasien memiliki dana tanpa batas. Kehadiran Michael dan Susan Dell di Gedung Putih ini melengkapi deretan sorotan publik yang mengelilingi kehidupan pasangan tersebut.
Selain polemik perbincangan atas penampilan sang istri, nama Michael Dell sebelumnya juga sempat disebut-sebut dalam dokumen lampiran kasus Jeffrey Epstein, terkait sebuah surat elektronik (email) yang diteruskan kepada Epstein pada tahun 2012 silam. Meskipun demikian, kontribusi pasangan ini melalui Michael & Susan Dell Foundation tetap diakui sebagai salah satu kerja filantropi swasta terbesar di Amerika Serikat dalam menyokong pendidikan serta kesejahteraan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. (MAR)