JAKARTA, AFU.ID — Aksi nekat dua orang terduga kurir narkotika yang hendak bertransaksi barang haram di kawasan perbatasan Cileungsi–Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berakhir apes. Tanpa menyadari risiko tempat yang disinggahinya, kedua pelaku nekat melakukan transaksi dengan modus penyerahan langsung atau Cash on Delivery (COD) tepat di depan sebuah tempat latihan bela diri, Ninety Eight Training Camp, yang dihuni oleh para petarung (fighter).
Peristiwa yang kemudian viral di media sosial tersebut, terjadi ketika para atlet dan pengelola kamp memergoki gerak-gerik mencurigakan kedua pelaku di area luar markas mereka. Mengetahui adanya praktik peredaran barang terlarang di lingkungannya, para petarung yang berada di lokasi langsung mengambil tindakan fisik terukur secara instan.
Salah satu pelaku terlihat mendapat kuncian ketat pada bagian leher (chokehold) hingga kesulitan bergerak dan nyaris tak sadarkan diri di atas tanah. Kondisi wajah terduga kurir pun terlihat mengalami luka-luka lebam usai diamankan oleh para atlet bela diri tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar luas di jagat maya, Minggu (27/9/2026), terlihat, aksi penangkapan ini memicu respons beragam dari warganet yang menyoroti betapa cerobohnya pilihan lokasi transaksi para pelaku. "Gitu aja ko lemah kau bang ? Klo make mah kira2 kuat g yakz musuh fighter," kata akun @WidatamaAg61006.
"di injek pake sepatu on mana sakit bang, itu kan katanya sepatu terempuk yg pernah dibuat harusnya pake boot," kata akun @ciptaningh· "Pura2 pingsan kayaknya wkwkwk," ledek akun @winchtowinch. "Wkwk bonyok," ujar prismapro.
Pihak pengelola Ninety Eight Training Camp melalui akun resmi media sosialnya membenarkan insiden tersebut. Pihak kamp mengonfirmasi, mereka telah mengamankan terduga kurir narkoba dalam dua waktu berbeda di depan markas mereka sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam menekan angka kriminalitas dan menjaga ketertiban lingkungan sesuai imbauan tokoh masyarakat setempat.
Kawasan perbatasan Cileungsi dan Cibubur sendiri saat ini memang tengah menjadi fokus pengetatan pengawasan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi akibat maraknya peredaran obat-obatan keras daftar G serta narkotika yang memanfaatkan modus tempel maupun transaksi COD. Usai lumpuh di tangan para petarung, kedua pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan hukum dan penanganan lebih lanjut. (MAR)