JAKARTA, AFU.ID — Sembilan warga perempuan, termasuk anak-anak, masih disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Seorang ibu tewas ditembak ketika berusaha mempertahankan anak perempuannya yang dibawa kelompok tersebut. TNI dan Polri masih mencari keberadaan para sandera serta menyiapkan upaya pembebasan.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membenarkan penyanderaan tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari personel Polsek Jila dan keluarga korban. Seluruh warga yang disandera berjenis kelamin perempuan dan beberapa di antaranya masih anak-anak. Identitas maupun detail sekolah para korban tidak dipublikasikan untuk melindungi mereka.
Rangkaian peristiwa bermula ketika kelompok bersenjata menyerang pos keamanan di Distrik Jila dari sejumlah arah. Serangan itu memicu kontak tembak dengan aparat sebelum kelompok tersebut mundur menuju kawasan hutan. Dalam pergerakannya, kelompok bersenjata membawa paksa sejumlah warga perempuan.
Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan kelompok tersebut awalnya membawa 11 warga. Selain seorang ibu yang meninggal setelah ditembak, satu korban lainnya ditemukan di jurang dan berhasil dievakuasi pada Jumat (21/8/2026). Korban yang mengalami luka itu kemudian dibawa ke rumah sakit di Timika untuk menjalani perawatan.
Setelah satu korban meninggal dan seorang lainnya dievakuasi, sembilan warga masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata. Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan Satgas TNI terus menjalankan misi pencarian dan pembebasan. “Saat ini, Pasukan Satgas TNI terus berupaya mencari dan membebaskan warga yang menjadi korban penculikan,” kata Lucky.
TNI juga menggandeng tokoh adat dan tokoh agama untuk mendesak kelompok bersenjata segera melepaskan para sandera. Aparat menduga kelompok tersebut berasal dari Kodap III Ndugama karena wilayah operasinya berjarak sekitar dua hari perjalanan kaki dari Jila. Dugaan mengenai kelompok yang terlibat masih didalami.
Insiden keamanan tersebut membuat warga Jila takut pergi ke kebun sehingga pemenuhan kebutuhan pangan terganggu. Kogabwilhan III bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bahan makanan kepada 500 warga dari sembilan kampung menggunakan dua helikopter TNI Angkatan Udara. Bantuan dikirim ke pusat Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin yang menjadi titik pengungsian.
Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini sembilan sandera maupun tuntutan kelompok yang membawa mereka. TNI masih berupaya memulihkan keamanan di Jila sembari melanjutkan pencarian. Keselamatan perempuan dan anak-anak yang disandera disebut menjadi prioritas dalam operasi tersebut. (RHU)