Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Polda Sulawesi Tengah melakukan penggerebekan di Kelurahan Kayumalue, Kota Palu, yang diduga sebagai lokasi peredaran narkoba, pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang, menyita uang tunai sekitar Rp6,5 juta, uang palsu, timbangan, dan dua brankas yang belum dapat dibuka, salah satunya bertuliskan "Bos 10 K". BNN juga mendalami dugaan hubungan keluarga salah satu tersangka dengan bandar narkoba dan masih memburu individu lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Personel Polda Sulteng dan BNNP Sulteng menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika di Kelurahan Kayumalue, Palu, Senin (12/10/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng
JAKARTA, AFU.ID — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Polda Sulawesi Tengah kembali menggerebek Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba, Kamis (15/10/2026) sore. Petugas mengamankan dua orang dan menyita sejumlah barang, termasuk dua brankas yang belum berhasil dibuka.
Operasi tersebut dipimpin Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Sulawesi Tengah Kombes Pol Baharuddin. Salah satu orang yang diamankan diduga memiliki hubungan keluarga dengan bandar narkoba. "Kemungkinan besar salah satunya merupakan mertua dari bandar narkoba," ujar Baharuddin. Baharuddin mengatakan dugaan hubungan keluarga tersebut masih didalami oleh petugas.
Dalam penggerebekan itu, petugas menyita uang tunai sekitar Rp6,5 juta, dua lembar uang palsu pecahan Rp100.000, timbangan, dua telepon seluler, perangkat kamera pengawas atau CCTV, serta dua brankas. Petugas juga menemukan sejumlah perangkat CCTV yang diduga dipasang di rumah-rumah yang disinyalir digunakan sebagai tempat peredaran narkoba.
Dua brankas yang disita petugas hingga kini belum berhasil dibuka. Salah satunya bertuliskan "Bos 10 K". Baharuddin mengatakan petugas masih mencari ahli kunci untuk membuka kedua brankas tersebut dan mengetahui isinya. Selain mengamankan dua orang, petugas masih memburu seseorang yang diduga terkait dengan aktivitas peredaran narkoba.
Polisi mengaku telah mengantongi identitas orang tersebut dan menduga yang bersangkutan masih melarikan diri. "Kalau operasi ini rutin kita lakukan, InsyaAllah bisa kita dapatkan," kata Baharuddin. Penggerebekan kali ini berlangsung tanpa perlawanan dari warga. Sejumlah warga setempat menyaksikan operasi yang dilakukan petugas gabungan tersebut.