AFU.id

Ribuan Perusahaan Tembus Pasar Global, Ekspor Produk Perikanan Semester I-2026 Capai USD3 Miliar

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ribuan Perusahaan Tembus Pasar Global, Ekspor Produk Perikanan Semester I-2026 Capai USD3 Miliar
KKP RI mencatat ekspor produk perikanan semester I-2026 mencapai 566,25 ribu ton dengan nilai USD3 miliar atau setara Rp52,6 triliun. (Foto: KKP RI)

Ribuan Perusahaan Topan Ekspor Produk Perikanan Semester I-2026

Hingga akhir semester I-2026, sebanyak 1.162 unit usaha yang telah lulus sertifikasi mutu KKP RI dan melakukan kegiatan ekspor. Jumlahnya terdiri dari 900 unit pengolah ikan, 229 unit pengekspor ikan hidup, serta 33 unit produksi benih ikan. Struktur itu menunjukkan, kegiatan ekspor telah melibatkan industri pengolahan maupun pelaku usaha pada komoditas ikan hidup dan benih.

Pada tingkat daerah, dampak kegiatan ekspor produk perikanan nasional semester I-2926 juga terlihat dari nilai perdagangan dan penyerapan tenaga kerja. Provinsi Sumatra Utara (Sumut) misalnya, nilai ekspor mencapai Rp115,5 miliar dengan tujuan Malaysia, Tiongkok, Thailand, Mesir, Hong Kong, Taiwan, dan Vietnam. Sementara di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), 144 unit pengolahan ikan lokal melakukan ekspor ke 46 negara dengan penyerapan 8.389 tenaga kerja. “Frekuensi ekspor di Sulsel sepanjang Januari sampai dengan Agustus 2026 sebanyak 8.540 kali shipment,” ungkap Ishartini dikutip Afu.id dari website KKP RI, Minggu (27/9/2026).

Dari sisi layanan, KKP RI menegaskan penerbitan sertifikasi mutu tak memungut biaya apapun alias gratis dengan pendaftaran secara daring. Sedangkan, Badan Mutu yang mempunyai 46 unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia siap menjalankan quality assurance (QA). “QA ini dijalankan sepanjang rantai produksi hingga membantu kesiapan perusahaan memasuki pasar ekspor,” tutur Ishartini.

Dengan 1.162 perusahaan tersertifikasi dan pasar yang telah menjangkau 152 negara, tantangan berikutnya bukan sekadar memperluas daftar tujuan ekspor. Konsistensi mutu, keamanan produk, kapasitas pelaku usaha, dan kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan akses pasar. Oleh karenanya, angka ekspor produk perikanan nasional sepanjang semester I-2026 perlu dibaca bersama dengan kemampuan sistem sertifikasi dan pelaku dalam rangka mempertahankan standar setelah produk masuk ke pasar global. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi