AFU.id

Danantara Kejar Target Pangkas BUMN hingga Akhir 2026, Tapi WIKA-Waskita Masih Jadi Beban Restrukturisasi

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Danantara menargetkan pengurangan jumlah perusahaan yang dikelola menjadi sekitar 200 hingga akhir 2026, namun PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Waskita Karya masih memerlukan restrukturisasi untuk memperbaiki kondisi keuangan dan mengurangi utang. Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengungkapkan bahwa perusahaan yang tidak sehat akan menghadapi penutupan, divestasi, atau konsolidasi, sementara WIKA dan Waskita menjadi fokus utama dalam upaya restrukturisasi yang melibatkan penataan internal dan divestasi aset.

Danantara Kejar Target Pangkas BUMN hingga Akhir 2026, Tapi WIKA-Waskita Masih Jadi Beban Restrukturisasi
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (AFU.ID/Fadhlan Robbani)

Beban WIKA dan Waskita

Di antara perusahaan yang masih menjadi pekerjaan besar Danantara adalah WIKA dan Waskita. Berbeda dengan perusahaan yang dinilai relatif sehat, kedua BUMN karya tersebut masih membutuhkan langkah khusus untuk memperbaiki struktur keuangannya. "Terutama sekali WIKA dan Waskita," kata Dony. Ia menyebut restrukturisasi kedua perusahaan tersebut tidak berhenti pada penataan internal.

Danantara juga perlu melakukan divestasi aset dan menurunkan utang. "Karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, divestasi aset mereka, menurunkan hutangnya," ujar Dony. Dony mengatakan BUMN karya lain memiliki kondisi yang relatif lebih sehat. Karena itu, perhatian lebih besar diarahkan kepada WIKA dan Waskita. "Kalau yang utama karya, mereka relatif sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan," katanya.

Danantara sebelumnya memetakan perusahaan berdasarkan tindakan yang akan ditempuh. Untuk perusahaan yang direstrukturisasi, skemanya pun beragam, mulai dari penambahan ekuitas, restrukturisasi aset hingga penataan pinjaman. "Bentuk restrukturisasi itu berbagai macam. Ada yang bentuknya equity. Ada juga yang kita inbreng asset. Ya, tetapi itu juga ujungnya ke equity. Ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," ujar Dony. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi