JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 114 orang telah ditemukan dalam insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 Wita. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam lainnya meninggal dunia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terbaru data korban tersebut.
Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR. “Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Dudy. Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri dari 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara 28 orang lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri dari 23 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Basarnas masih melakukan pencarian terhadap 129 orang yang belum ditemukan. Operasi pencarian diperkuat personel dengan kemampuan khusus untuk melakukan pencarian bawah air atau underwater search.
Operasi tersebut melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam lainnya. Pencarian bawah air akan dilakukan menggunakan KRI Canopus yang telah berada di lokasi. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan KRI Canopus merupakan kapal terbaru TNI AL yang dimiliki Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” ujarnya. Personel Basarnas, BSG, Kopaska TNI AL, dan tim penyelam lainnya telah disiapkan untuk operasi tersebut.
Namun, hingga Senin siang, penyelam belum diturunkan karena kondisi arus di lokasi belum memungkinkan. “KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” kata Syafii.
KRI Canopus juga dilengkapi drone bawah air yang dapat digunakan untuk membantu pencarian korban di dalam perairan. Peralatan tersebut akan digunakan ketika kondisi perairan memungkinkan untuk dilakukan pencarian bawah air. Basarnas masih menginventarisasi dan mendatangkan personel dengan kemampuan khusus penyelaman. Sementara itu, personel BSG dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat operasi SAR.
KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu (12/9/2026) dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan data manifest, kapal tersebut membawa 243 orang. Hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR terus melakukan penyisiran, termasuk dengan menyiapkan operasi pencarian bawah air menggunakan KRI Canopus. (FAD)