JAKARTA, AFU.ID — Puluhan warga di RW 04, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengalami gangguan kesehatan setelah gas amonia diduga bocor dari pabrik susu milik PT Indolakto, Senin siang. Warga mengeluhkan sesak napas, mata perih, pusing, mual, hingga muntah setelah mencium bau menyengat yang menyebar ke kawasan permukiman. Hingga Selasa (29/9/2026), empat warga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara ledakan dari arah pabrik sebelum bau menyengat mulai menyebar ke lingkungan sekitar. Dalam waktu singkat, warga yang berada di sekitar lokasi merasakan iritasi pada mata dan kesulitan bernapas. Kepanikan pun terjadi karena bau gas terus tercium hingga ke kawasan permukiman.
Sebagian warga memilih keluar rumah dan mencari lokasi yang lebih aman. Sejumlah keluarga mengungsi sementara ke area terbuka, termasuk ke sekitar Kantor Kecamatan Pasar Rebo. Petugas kesehatan dan aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Masker dibagikan kepada warga, sementara korban yang mengalami keluhan lebih berat langsung mendapatkan bantuan oksigen dan pemeriksaan medis.
Data yang dihimpun menunjukkan sekitar 22 hingga 24 warga mendapatkan penanganan kesehatan akibat insiden tersebut. Sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Namun empat warga lainnya masih harus menjalani perawatan di RSUD Ciracas dan Rumah Sakit Tugu Ibu karena kondisi yang memerlukan pengawasan lebih lanjut.
Warga yang berada paling dekat dengan lokasi kebocoran menggambarkan dampak gas yang mereka hirup sangat menyengat. Sejumlah warga mengaku mata terasa terbakar dan tenggorokan terasa perih sesaat setelah bau menyebar. Keluhan itu kemudian diikuti pusing, mual, serta kesulitan bernapas pada beberapa korban. Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan membuka layanan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumber kebocoran diduga berasal dari bagian kondensor pendingin atau condenser chiller di area pabrik. Tim teknis perusahaan langsung melakukan penanganan setelah kejadian dilaporkan. Perbaikan disebut selesai sekitar pukul 16.00 WIB sehingga kondisi di sekitar lokasi mulai berangsur normal dan warga perlahan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, Polsek Pasar Rebo telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebocoran gas tersebut. Polisi juga meminta keterangan dari pihak pengelola pabrik terkait rangkaian kejadian yang menyebabkan warga terpapar gas. Hingga Selasa, proses penyelidikan masih berlangsung. (RHU)