AFU.id

Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya Meluas, 30 Hektare Lahan Terbakar

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kebun Raya Sriwijaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, telah meluas hingga membakar sekitar 30 hektare lahan sejak Jumat (4/9/2026). Tim Manggala Agni dikerahkan untuk memadamkan api, namun kondisi lahan gambut yang dalam menjadi kendala utama, sehingga pemadaman diperkirakan akan berlangsung beberapa hari. Upaya pemadaman melibatkan beberapa regu dan helikopter water bombing, sementara asap tebal yang dihasilkan memperburuk situasi, dan fokus saat ini adalah memastikan seluruh titik api di dalam lapisan gambut benar-benar padam.

Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya Meluas, 30 Hektare Lahan Terbakar
Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya di Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (4/9/2026). ANTARA FOTO/Manggala Agni

Pemadaman Bisa Berlangsung Beberapa Hari

Manggala Agni menambah kekuatan pada hari kedua pemadaman. Dua regu dari Daops Banyuasin serta masing-masing satu regu dari Sarolangun, Jambi, dan Lahat diterjunkan untuk mengatasi kebakaran. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 30-an hektare pada hari pertama. Namun, angka tersebut masih dapat bertambah karena api belum sepenuhnya padam.

"Rilis luasan Kebun Raya Sriwijaya yang terbakar 30-an hektare. Untuk pemadaman perhitungan kawan-kawan, bisa beberapa hari selesainya," ujar Ferdian. Kondisi gambut membuat petugas tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan. Bara dan titik api yang berada di dalam lapisan gambut juga harus dipastikan benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali muncul.

Kebakaran tersebut juga menghasilkan asap tebal. Petugas kemudian mengepung area yang terbakar dari berbagai sisi untuk membatasi pergerakan api sekaligus memastikan titik-titik api dapat ditangani. "Asap yang ditimbulkan sangat tebal. Hari ini kami kepung areal terbakar dari segala penjuru agar api benar-benar tuntas," pungkas Ferdian.

Kebun Raya Sriwijaya sendiri memiliki luas sekitar 100 hektare dan berada di Desa Bakung, Indralaya Utara. Kawasan tersebut digunakan untuk konservasi alam, penelitian, rehabilitasi dan penyelamatan keanekaragaman hayati flora khas ekosistem lahan basah, hutan gambut, serta daerah aliran sungai. Penanganan saat ini masih difokuskan pada pemadaman api yang telah membakar sedikitnya 30 hektare lahan. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi