JAKARTA, AFU.ID — Demo 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI berdampak terhadap operasional Transjakarta pada Kamis (27/8/2026) pagi. Delapan layanan dialihkan menyusul penutupan jalan di sekitar kompleks parlemen. Sejumlah halte tidak melayani penumpang untuk sementara waktu.
Layanan yang mengalami pengalihan meliputi Koridor 9 serta rute 9A, 10H, 1W, 3F, S61, SH2, dan T31. Penyesuaian dilakukan agar bus tidak terjebak dalam penutupan Jalan Gatot Subroto dan ruas lain di sekitar Gedung DPR. Pola perjalanan dapat kembali berubah mengikuti situasi lalu lintas dan pergerakan massa.
Khusus perjalanan menuju Pluit, armada dialihkan melalui jalan tol. Perubahan tersebut membuat bus tidak melayani Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan. Penumpang yang biasa menggunakan kedua halte tersebut perlu mencari titik naik atau turun alternatif.
Penyesuaian juga berlaku pada rute SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta. Untuk perjalanan menuju bandara, bus tidak melayani titik pemberhentian mulai DPR/MPR 1 hingga Slipi Petamburan 3. Pengguna layanan menuju bandara disarankan menyediakan waktu perjalanan lebih panjang.
Rute 8N Kebayoran–Petamburan melalui Asia Afrika turut mengalami perpendekan jalur. Armada untuk sementara hanya melayani perjalanan Kebayoran–Taman Ria. Penumpang yang akan menuju Petamburan harus menyesuaikan perjalanan atau menggunakan layanan pengganti.
Dua rute yang melewati kawasan Stasiun Palmerah juga dihentikan sementara. Keduanya ialah rute 1F Stasiun Palmerah–Bundaran Senayan dan rute 1B Stasiun Palmerah–Transport Hub Dukuh Atas. Operasional akan dipulihkan setelah kondisi jalan memungkinkan untuk dilalui armada.
Pengalihan dilakukan setelah akses Jalan Gatot Subroto di sekitar Gedung DPR ditutup akibat konsentrasi massa. Penutupan tersebut berpengaruh terhadap jalur bus yang menghubungkan Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Jakarta Barat. Dampak perjalanan dapat meluas apabila pengalihan arus diberlakukan pada ruas lain.
Penumpang disarankan memeriksa posisi bus serta perubahan rute sebelum berangkat. Informasi layanan dapat dipantau melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kanal resmi operator. Penumpang juga perlu mengantisipasi waktu tunggu lebih lama karena bus harus melewati jalur pengalihan.
Rekayasa layanan Transjakarta bersifat sementara dan dapat dinormalisasi setelah akses jalan kembali dibuka. Perubahan baru juga dapat diberlakukan apabila jumlah massa bertambah atau titik penutupan meluas. Pengguna transportasi umum yang beraktivitas di sekitar Senayan, Palmerah, dan Slipi perlu terus mengikuti pembaruan sepanjang aksi berlangsung. (RHU)