JAKARTA, AFU.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak tiga orang AS dan CPNS dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, setelah mengantarkan bantuan pangan untuk warga. Menurut keterangan dari Kodim 1702/Jayawijaya, tiga identitas korban adalah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25).
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang mengatakan, kronologi kejadian penembakan oleh KKB bermula saat ketiga korban bersama dua warga lokal mengantar bibit babi untuk masyarakat. Mereka dihadang KKB, lalu dipisahkan warga lokal dan petugas dari Dinas Pertanian. "Para korban bersama lima rekan sebelumnya dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP," kata Ilham, Rabu (9/9/2026) malam.
Berdasarkan laporan yang diterima, setelah dipisahkan antara OAP dan non-OAP, anggota KKB kemudian menembak ketiga ASN tersebut hingga meninggal dunia. Jenazah ketiga korban telah berada di RSUD Wamena. Sementara lima ASN yang merupakan rekan korban kini berada di Polres Jayawijaya di Wamena untuk dimintai keterangan.
Ilham memastikan penembakan dilakukan oleh KKB. Namun, pihaknya masih mendalami kelompok yang terlibat dalam penembakan tersebut. "Belum bisa dipastikan KKB kelompok mana yang melakukan penembakan terhadap ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya," kata Ilham.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan dua ASN tewas di lokasi, 1 di RS Insiden penembakan tersebut menyebabkan AR dan AAM meninggal dunia di lokasi kejadian. Faizal menjelaskan, AR mengalami luka tembak pada bagian perut. Sementara AAM mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri.
“Akibat penembakan itu, korban AR mengalami luka tembak pada bagian perut dan AAM mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Faizal. WB mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan. WB kemudian sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia. (EER)