JAKARTA, AFU.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), diduga bertanggung jawab atas kasus penembakan tiga orang aparatur sipil negara (ASN0 Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.47 WIT. Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan dugaan tersebut masih didalami polisi. Petugas juga masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan identitas kelompok yang terlibat.
"Dari hasil penyelidikan sementara diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Faizal.
Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, serta menyisir sejumlah titik di sekitar Distrik Muliama yang disinyalir menjadi jalur pelarian para pelaku. Berdasarkan pendalaman dan penyelidikan awal, aparat mengidentifikasi, aksi keji ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Nduga.
Penyelidikan intensif kini terus berjalan dengan mengumpulkan bukti-bukti material serta memeriksa delapan saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi. Pemeriksaan saksi difokuskan untuk memetakan kronologi secara detail, mendalami motif penyerangan, hingga mengidentifikasi ciri-ciri khusus serta arah escapes para pelaku. Kepolisian menegaskan tidak akan mundur sedikit pun sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab atas penembakan ini terseret ke meja hijau.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, mengecam keras aksi penembakan terhadap para ASN yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tersebut. Amran mengutuk tindakan keji para pelaku dan menguraikan bahwa para korban tidak membawa ancaman apa pun melainkan hadir membawa bantuan ketahanan pangan demi kesejahteraan rakyat Papua.
"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Merespons ancaman keamanan yang membayangi para petugas di daerah rawan, Amran mendesak Satgas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri untuk mengusut tuntas penembakan ini dan memperketat jaminan keamanan bagi setiap personel yang bertugas di lapangan. Kendati diwarnai tragedi memilukan, pemerintah memastikan keberlanjutan program pembangunan pertanian, penyaluran pangan, dan bantuan ternak di wilayah Papua Pegunungan tidak akan terhenti, sembari menyiapkan dukungan penuh bagi keluarga para pahlawan pangan yang telah gugur.
Seperti diketahui, rombongan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban penembakan saat baru saja menyelesaikan peninjauan kegiatan cetak sawah serta menyalurkan bantuan ternak dan bahan pangan untuk warga setempat. Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang ditumpangi oleh 8 orang tersebut, mendadak diadang oleh kelompok bersenjata.
Tembakan beruntun dilepaskan ke arah rombongan tanpa ampun. Dua orang ASN, yakni Kepala Bidang Peternakan AR (49) dan AAM (35), gugur seketika di tempat kejadian perkara akibat luka tembak fatal di bagian vital. Sementara itu, WB (24) sempat dilarikan ke RSUD Wamena dalam kondisi kritis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Lima anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Puskesmas Muliama di tengah rentetan tembakan. (MAR)