JAKARTA, AFU.ID — Kasus keracunan yang terjadi setelah pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai 216 penerima manfaat. Badan Gizi Nasional (BGN) merespons kejadian tersebut dengan mencopot kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Kecamatan Tunjungan. Selain pencopotan kepala dapur, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Sukorejo 2 selama 30 hari.
Wakil Kepala BGN Trenggono menyebut sanksi tersebut diberikan karena ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan dapur. "Kepala dapurnya pun jelas kita copot ya karena dia juga tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak patuh terhadap SOP itu harus kita copot," kata Trenggono usai mengecek dapur SPPG Sukorejo 2, Jumat (11/9/2026).
Trenggono menilai kondisi dapur SPPG Sukorejo 2 tidak memenuhi standar yang seharusnya diterapkan dalam penyelenggaraan MBG. Ia menyebut banyak SOP yang tidak dijalankan. "Banyak sekali ya SOP yang tidak dilaksanakan," ujarnya. Atas kondisi tersebut, BGN menjatuhkan sanksi suspend selama 30 hari terhadap SPPG Sukorejo 2.
Setelah masa sanksi berakhir, BGN akan melakukan evaluasi dan membuka kemungkinan penghentian operasional secara permanen. "Suspend berat 30 hari. Kalau ini yang jelas cukup jelek gitu. Setelah 30 hari akan diadakan suspend permanen gitu ya," kata Trenggono. Sebelumnya, jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Sukorejo 2 bertambah dari 137 orang menjadi 216 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora Edy Widayat mengatakan, hingga Rabu (10/9/2026) malam, masih terdapat dua siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang masuk rumah sakit. "Sampai tadi malam masih ada siswa SMA 1 Tunjungan yang masuk di rumah sakit 2 anak. Jadi, sampai tadi malam perkembangan jam 21.30 WIB itu jumlah korban 216 orang, termasuk di dalamnya ada penerima manfaat 3B," kata Edy.
Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada penerima MBG di SMAN 1 Tunjungan. Sejumlah lokasi lain yang menerima makanan dari SPPG Sukorejo 2 juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Untuk mengetahui penyebab kejadian, tim Dinkesda bersama tenaga surveilans, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, dan laboratorium melakukan pemeriksaan langsung ke dapur SPPG.
Sampel makanan juga telah diambil dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan mencakup kondisi lingkungan dapur, persiapan bahan makanan, penyimpanan, hingga proses pengolahan. Menu MBG yang dikonsumsi penerima manfaat pada Senin (7/9/2026) terdiri dari nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis.
Sementara itu, kondisi korban yang masih menjalani perawatan disebut terus membaik. Trenggono mengatakan sebagian besar korban telah pulih dan hanya tiga orang yang masih membutuhkan waktu untuk kembali pulih. "Ya, sekali lagi hampir semua sudah alhamdulillah sudah membaik ya. Tinggal ada tiga orang yang mungkin ke depan juga segera pulih," ujarnya. (FAD)