Sebanyak 115 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Sidoarjo, Jawa Timur, kembali dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya dipulangkan, akibat keluhan seperti mual, pusing, dan diare yang muncul pasca dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri tersebut belum sepenuhnya pulih saat mengalami keluhan baru, dan pihak rumah sakit masih melakukan observasi untuk menentukan apakah kondisi mereka berkaitan dengan insiden keracunan sebelumnya. Kondisi ini melibatkan sejumlah rumah sakit, dengan beberapa pasien masih menjalani perawatan, sementara yang lainnya telah diperbolehkan pulang.
Sebanyak 500 santri di Sidoarjo mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 115 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah sebelumnya sempat dipulangkan. Para santri tersebut kembali dibawa ke rumah sakit pada Selasa (8/9/2026). Mereka merupakan bagian dari korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelumnya dan belum sepenuhnya pulih saat kembali ke lingkungan pesantren.
Keluhan yang dialami para santri antara lain mual, pusing, lemas, diare, demam, hingga muntah. Namun, belum dapat dipastikan apakah munculnya kembali keluhan tersebut berkaitan dengan kejadian sebelumnya atau disebabkan faktor lain. “Yang sakit adalah anak yang kena kejadian luar biasa (KLB) sebelumnya, bukan korban baru,” kata Waka Kesiswaan MA Manba’ul Hikam, Labiburrahman, Rabu (9/9/2026).
Labiburrahman mengatakan para santri yang kembali dirawat sebelumnya masih dalam masa pemulihan dan menjalani rawat jalan di lingkungan pesantren. Kondisi mereka belum sepenuhnya pulih ketika kembali mengalami keluhan. Di RSUD R.T. Notopuro, sebanyak 33 pasien sebelumnya sempat mendapatkan perawatan. Seluruh pasien tersebut kini telah dipulangkan.
Sementara di RSI Siti Hajar, terdapat 44 pasien yang sempat dirawat. Hingga Rabu, masih ada lima pasien yang menjalani rawat inap dengan keluhan diare. “Apakah berkaitan dengan insiden kemarin atau disebabkan karena hal lain, masih diobservasi,” kata Koordinator Humas RSI Siti Hajar, Eka. Perawatan juga dilakukan di sejumlah rumah sakit lainnya. Sebanyak 13 pasien dirawat di RS Purusa Candi.
Di RS DKT, enam pasien telah diperbolehkan pulang dan satu pasien masih menjalani perawatan. Kemudian, satu pasien masih dirawat di RS Arafah Anwar Medika, sedangkan 13 pasien lainnya telah keluar. Sementara empat pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Rahman Rahim juga telah dipulangkan. Kasus tersebut bermula dari dugaan keracunan massal yang melibatkan penerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. (FAD)