JAKARTA, AFU.ID — Tragedi karamnya kapal feri penumpang dan kargo roll-on/roll-off (Ro-Ro) KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, tepatnya di sekitar Kepulauan Masalembo, Jawa Timur, pada Minggu dini hari (13/9/2026) masih menyisakan kabut duka dan misteri. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ini hilang kontak setelah nakhoda melaporkan posisi lambung kapal miring drastis di tengah empasan gelombang setinggi 2 hingga 2,5 meter.
Di balik musibah yang merenggut banyak korban jiwa ini, analisis mendalam dari berbagai lembaga dan pakar mulai menguak fakta-fakta teknis yang mencengangkan. Berdasarkan kajian lembaga pengamat keselamatan transportasi Indonesia Safety Center (indonesiasafetycenter.org) terungkap, salah satu akar permasalahan fatal dari insiden ini adalah spesifikasi desain kapal yang sejak awal tidak dirancang untuk mengarungi karakteristik perairan laut lepas di Indonesia.
KM Virgo Transport 8 adalah kapal feri penumpang dan kargo Ro-Ro berbobot 4.277 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 119 meter. Kapal ini dibangun di galangan Shin Kurushima Onishi Jepang pada tahun 1987 dengan nama awal Ferry Kurushima sebelum dibeli operator Indonesia pada 2025. Berdasarkan data teknis maritim, kapal dengan nomor IMO 8625179 ini memiliki desain geladak terbuka ganda khas kapal penyeberangan antarpulau. Desain tersebut dirancang untuk memuat kombinasi penumpang dan armada kendaraan darat dalam jumlah besar.
Berdasarkan analisis Indonesia Safety Center, karakteristik desain kapal Ro-Ro rentan terhadap efek permukaan bebas, pergeseran muatan kendaraan jika pengikatan (lashing) tidak memadai, serta masuknya air ke geladak kendaraan yang luas tanpa sekat pembatas melintang. Studi keselamatan transportasi laut internasional menunjukkan beberapa bahaya inheren pada operasional kapal tipe Ro-Ro.
Pertama, kerentanan desain geladak kendaraan terbuka (Open Car Deck). Berbeda dengan kapal kargo konvensional yang memiliki sekat kedap air membagi lambung menjadi banyak kompartemen kecil, geladak kendaraan pada kapal Ro-Ro dibuat lapang tanpa sekat melintang. Jika lambung kapal bocor atau air laut masuk melalui pintu ramp akibat hempasan ombak, air akan bergerak bebas melintasi geladak. Fenomena ini menciptakan gaya geser mendadak yang merusak daya apung cadangan (reserve buoyancy).
Kedua, risiko ketidakpatuhan pengikatan muatan (Cargo Lashing). Truk logistik, bus, dan kendaraan pribadi harus diikat kuat pada lantai geladak memakai sabuk pengikat rantai khusus. Bila terjadi olengan besar akibat gelombang 2,5 meter dan pengikat putus, kendaraan dapat bergeser ke salah satu sisi kapal secara serentak. Pergeseran massa statis ini membuat kapal kehilangan sudut tegak (angle of equilibrium) hingga akhirnya terbalik.
Ketiga, dampak kelelahan material pada armada usia lanjut. Korosi struktur internal, keausan pada katup pembuangan air (scupper valves), dan penurunan kekuatan pintu rampa penahan air memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan keselamatan teknik dan audit berkala. Kerusakan kecil pada pintu rampa dapat menjadi celah fatal bagi masuknya volume air laut dalam jumlah masif.
Diketahui, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyatakan, KM Virgo Transport 8 berlayar tanpa kelebihan muatan penumpang (not overloaded). Kapal tersebut memiliki izin kapasitas hingga 500 penumpang, sementara manifes resmi mencatat kapal hanya membawa 243 orang dan 89 kendaraan saat bertolak.
Meskipun jumlah penumpang berada jauh di bawah batas maksimum, Indonesia Safety Center, sebagai kapal yang tidak didesain mengarungi laut lepas, stabilitas kapal Ro-Ro sangat dipengaruhi oleh distribusi berat kargo kendaraan. "Dinamika cairan bebas (free surface effect) dan pergeseran posisi kendaraan berat di geladak bawah (car deck) dapat menciptakan momen guling yang mematikan, bahkan tanpa adanya kelebihan beban total," demikian ulas lembaga tersebut, dikutip Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, Pakar Hidrodinamika dari Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ir. Ketut Aria Pria Utama, M.Sc Ph.D, mengungkapkan, aspek performa kapal di laut (seakeeping) kerap diabaikan dalam perancangan alat transportasi air di Indonesia. Menurut Ketut Aria, topografi lautan di Jepang memiliki karakteristik jarak antarpulau yang relatif dekat dan terlindung, yang sangat berbeda jauh dengan kondisi perairan terbuka Indonesia seperti Laut Jawa yang terkenal bergelombang besar.
Bentuk kapal feri Ro-Ro buatan negara empat musim biasanya dirancang dengan lambung tertutup penuh untuk menghadapi cuaca dingin. Sebaliknya, kapal yang ideal beroperasi di perairan tropis Indonesia sering kali didesain memiliki bukaan pada sisi samping untuk efisiensi energi dan sirkulasi. "Yang perlu dikritisi adalah apakah desain kapal buatan Jepang itu sesuai dan direkomendasikan untuk berlayar di lautan Indonesia dengan gelombang tinggi," tutur Ketut Aria, sebagaimana dilansir dari situs resmi ITS.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun hingga kini masih melakukan investigasi detail kapal yang terbalik di perairan Laut Jawa ini. KNKT juga akan mendalami kondisi cuaca saat kejadian berlangsung, termasuk mengumpulkan informasi soal anggapan Kapal Virgo tak sesuai dengan desain awal yang peruntukannya hanya untuk jarak pendek.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah membuka penyelidikan terkait tenggelamnya kapal tersebut. Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, pelimpahan perkara merupakan bagian dari keberlanjutan penanganan kecelakaan yang sejak awal dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Edison menerangkan, untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
"Sejak awal kejadian, Polri bersama Basarnas, TNI, dan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik dalam mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata Johnny Eddizon Isir dalam keterangan di Jakarta, Senin (28/9/2026) siang. (MAR)