JAKARTA, AFU.ID — Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang sempat merancang empat program prioritas untuk membenahi BGN sebelum dikabarkan mundur dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi melalui akun Facebook pribadinya @Naniek Sudaryati Deyang. Ia mengaku telah menyampaikan permintaan maaf sekaligus niat mundur langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum berangkat berobat ke luar negeri.
Diketahui, Nanik dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo pada Senin 8 Juni lalu, menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot usai berstatus tersangka kasus dugaan korupsi Program MBG. Pelantikan itu turut menyertakan Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026. Sebelum mundur dari jabatannya di hari ke 45 menjabat, Nanik telah merancang 4 program prioritas yang meliputi penataan ulang sasaran penerima Makan Bergizi Gratis (MBG), moratorium pembangunan dapur baru, evaluasi dapur yang sudah beroperasi, hingga skema khusus untuk wilayah 3T.
4 program prioritas itu disampaikan Nanik dalam kesempatan terpisah. Program prioritas Nanik yang pertama Nanik adalah menata ulang sasaran penerima manfaat Program MBG yang sebelumnya ditarget menjangkau hingga 82 juta orang. "Jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat," ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis 5 Juni lalu. Ia menegaskan BGN akan lebih memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah dasar dalam penyaluran gizi.
Kemudian, prioritas kedua adalah moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru di berbagai daerah. Kebijakan ini diambil untuk menata ulang persebaran dapur yang selama ini dinilai belum merata. Moratorium tersebut sekaligus menjadi jeda bagi BGN untuk mengevaluasi kesiapan dapur-dapur yang sudah lebih dulu beroperasi.
Prioritas ketiga adalah mengevaluasi dan membenahi dapur-dapur MBG yang telah berjalan agar memenuhi standar penyediaan makanan bergizi. Perbaikan turut mencakup peningkatan fasilitas serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan. Dapur yang dinilai tidak memenuhi standar bakal dihentikan sementara operasionalnya hingga perbaikan rampung.
Prioritas keempat yang sempat disusun Nanik adalah skema khusus untuk menjalankan Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Skema ini dirancang mengingat kondisi geografis 3T yang berbeda dari daerah lain sehingga memerlukan pendekatan tersendiri. Kini, kelanjutan seluruh program itu berada di tangan pejabat baru yang akan menggantikan posisi Nanik di BGN.
Adapun sebagai informasi, Nanik juga menjelaskan keberangkatannya ke luar negeri ditujukan untuk menjalani perawatan jantung sekaligus mencari pendapat medis kedua dari dokter di luar negeri. Nanik menyebut keputusan mundur ini diambilnya dengan berat hati setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang kian menurun. Meski telah menyetujui pengunduran dirinya, Prabowo tetap meminta Nanik terlibat mengawasi jalannya BGN ke depan. Nanik mengungkapkan kemungkinan dibentuknya dewan pengawas di internal BGN, di mana dirinya akan ditunjuk sebagai ketua. "Yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," pungkas Nanik. (NAD)