AFU.id

Isu Kepemilikan SPPG, Utang BGN, Sampai Motor Listrik, Inikah Alasan Sesungguhnya di Balik Pengunduran Diri Nanik S. Deyang?

Bagikan:

Penulis: Agung Riyadi

Ringkasan Berita

Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026, diduga bukan hanya karena alasan kesehatan, melainkan terkait skandal korupsi dan pengelolaan anggaran yang buruk di BGN, termasuk utang mencapai Rp1,6 triliun. Nanik dituduh terlibat dalam kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengadaan motor listrik senilai Rp1 triliun, yang saat ini sedang diselidiki oleh Kejaksaan Agung. Pengunduran dirinya mencuat di tengah sorotan media internasional dan kritik terhadap program-program BGN yang dianggap tidak transparan dan berpotensi menimbulkan korupsi.

Isu Kepemilikan SPPG, Utang BGN, Sampai Motor Listrik, Inikah Alasan Sesungguhnya di Balik Pengunduran Diri Nanik S. Deyang?
Nanik S Deyang saat akan dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara (ANTARA)

Sentimen Berita

67% sumber condong ke netral

Kiri0%
Netral67%
Pikiran Rakyat
Media Indonesia
Kanan33%
Okezone

Jadi Sorotan Media Asing

Borok-borok yang terjadi di BGN ini bahkan juga menjadi sorotan Media Korea Selatan. Program berita KLAB dari stasiun TV Korea Selatan, KBS, menyiarkan laporan kritis mengenai program yang menyedot hingga 18% alokasi anggaran negara (sekitar Rp320 triliun) tersebut. Dalam tayangan tersebut, Pakar Studi Asia Tenggara dari Yonsei University, Prof. Youngkyung Ko, mengkritik keras ketergesa-gesaan pemerintah Indonesia:

"Proyek sebesar ini dijalankan tanpa persiapan matang, SOP, dan rantai pasok yang siap. Bukannya dimasak di sekolah, makanan dipesan dari pihak ketiga dan diantar jarak jauh dalam cuaca panas. Akibatnya keracunan terjadi di mana-mana," ujar Prof. Ko.

KBS juga menyoroti bagaimana lonjakan dana raksasa ke BGN justru memicu bancakan korupsi dan kekhawatiran kembalinya dwifungsi militer. "Sejak Prabowo menjadi Presiden, tentara boleh menduduki jabatan sipil. Hasilnya, koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini," beber laporan KBS, seraya merekam aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil di Indonesia yang mengkhawatirkan ancaman terhadap demokrasi pasca-Reformasi.

Terkait karut-marut di BGN ini, sebelum mengumumkan pengunduran dirinya dari Kepala BGN, Nanik S Deyang sendiri sempat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026). Sayangnya, usai pertemuan, Nanik malah menghindar dari wartawan. Nanik tampak enggan menjelaskan isi pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut. Saat ditanya soal isi pertemuan dengan pimpinan KPK, Nanik hanya menjawab singkat. "Kerja sama," kata Nanik.

Adakah sengkarut hukum di BGN ini menjadi alasan sebenarnya dari mundurnya Nanik S Deyang? Yang jelas, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam unggahannya di akun X memberi sinyal, mundurnya Nanik tak sesederhana itu. "Secara teks : berobat jantung ke luar negeri. Tentu saja konteksnya tidak sesederhana itu," ungkap Anas di akunnya @anasurbaningrum.

Anas juga mengaitkan mundurnya Nanik dengan surat sindiran dari Sony Sonjaya. "Konteksnya sulit dipisahkan dari secarik 'pesan cinta' ini," ungkap @anasurbaningrum. Surat cinta dimaksud adalah sindiran Sony kepada Nanik tak lama setelah Sony ditangkap kejaksaan dan kemudian Nanik diangkat menjadi Kepala BGN. Isi surat itu menyatakan: "Kepada Ibu Nanik S Deyang, Selamat atas jabatan baru sebagai kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya," demikian tulis Sony.

MAR

Berita Terkait

Pilihan Redaksi