JAKARTA, AFU.ID — Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara. Masuknya Rocky ke lingkar dalam pemerintahan langsung menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu figur publik yang kerap mengkritik kebijakan penguasa dari luar sistem.
Rocky dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026. Dalam susunan baru tersebut, Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres, Muhammad Hatta sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Sejumlah tokoh nasional lain seperti Quraish Shihab, Chairul Tanjung, an, Jusuf Hamka, dan an juga masuk dalam jajaran penasihat Presiden.
Usai pelantikan, Rocky menepis anggapan bahwa masuknya dirinya ke Wantimpres akan mengubah cara pandangnya terhadap berbagai persoalan nasional. Menurut dia, perpindahan posisi tersebut tidak berarti mengakhiri sikap kritis yang selama ini melekat pada dirinya. “Ya kan cuma dipindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya? Ya sikap saya tetap. Pandangan saya tetap, radical break, ya,” kata Rocky Gerung, Jumat (02/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama bertahun-tahun Rocky dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah melalui berbagai forum diskusi, media massa, dan kanal digital. Kini, untuk pertama kalinya ia berada di dalam lembaga yang secara langsung bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Namun Rocky menegaskan bahwa posisi baru itu tidak mengubah substansi pandangan yang selama ini ia sampaikan kepada publik.
Selain menegaskan tetap kritis, Rocky juga menyebut dirinya membawa gagasan yang selama ini sering ia gaungkan di ruang publik. Ia mengaku tetap berpegang pada konsep radical break, yakni kebutuhan melakukan perubahan mendasar terhadap berbagai hal yang menurutnya perlu diperbaiki dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan negara. Pandangan itu, menurut Rocky, akan tetap dibawanya dalam peran barunya sebagai anggota Wantimpres.
Dalam berbagai keterangannya, Rocky juga menjelaskan bahwa Wantimpres bukan lembaga yang mengurus persoalan teknis pemerintahan sehari-hari. Menurut dia, fungsi utama Wantimpres adalah memberikan pertimbangan strategis dan etis kepada Presiden sebelum keputusan-keputusan besar diambil. Karena itu, ruang untuk menyampaikan pandangan berbeda tetap terbuka meski kini dirinya berada di lingkungan Istana.
Masuknya Rocky ke Wantimpres memunculkan beragam respons di ruang publik. Sebagian melihat langkah tersebut sebagai upaya Presiden Prabowo merangkul tokoh yang selama ini berada di luar lingkar kekuasaan. Sebagian lainnya mempertanyakan apakah posisi baru itu akan memengaruhi independensi Rocky sebagai intelektual publik. Namun setidaknya pada hari pertama setelah pelantikannya, Rocky menegaskan satu hal: jabatan baru tidak mengubah sikap dan pandangannya terhadap berbagai persoalan nasional. (RHU)