Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Demo Buruh di DPR Hari Ini: Polisi Siapkan 5 Ribu Personal dan Rekayasa Lalu Lintas
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sebanyak 4.998 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan pemerintah DKI Jakarta disiagakan untuk mengawal aksi buruh yang digelar oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Selasa (29/9/2026), dengan massa diperkirakan mencapai 5.000 orang dari berbagai daerah. Aksi ini bertujuan menuntut pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang mencakup isu-isu penting seperti kepastian kerja dan perlindungan buruh. Polda Metro Jaya juga memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak aksi tersebut dan meminta pengguna jalan untuk mengikuti arahan petugas.
Arsip - Personel polisi menghalau demonstran di Jalan Letjend S Parman, depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
JAKARTA,AFU.ID — Sebanyak 4.998 personel gabungan disiagakan untuk mengawal aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pengamanan melibatkan kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam (Pamdal). Aksi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) tersebut dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan sekitar 5.000 massa dari Jakarta, Tangerang, Banten, Depok, Bekasi, dan Karawang.
Pengamanan terhadap massa buruh dilakukan sejak titik keberangkatan hingga lokasi aksi di kompleks parlemen. “Akan ada pengawalan pengaturan dari beberapa wilayah pemberangkatan, seperti misalnya di wilayah Tangerang, Bekasi, Depok, dan wilayah Karawang,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
Selain aksi buruh di DPR, polisi juga mencatat 19 demo di sejumlah lokasi Jakarta pada hari yang sama. Pengerahan personel untuk seluruh kegiatan tersebut mencapai 17.628 orang, termasuk pengamanan di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional dan ruas jalan sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Budi mengatakan pengamanan tidak memberikan perlakuan khusus kepada massa buruh.
KBPBI membawa 11 tuntutan dalam aksi yang berfokus pada pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan. Tuntutan tersebut mencakup kepastian kerja, pengupahan, perlindungan pekerja outsourcing, pekerja platform, pesangon, kebebasan berserikat, perlindungan buruh perempuan, hingga peningkatan keterampilan menghadapi otomatisasi. Massa juga berharap dapat melakukan audiensi dengan pimpinan DPR untuk menanyakan perkembangan pembahasan RUU tersebut dan tindak lanjut surat yang sebelumnya disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kantor Staf Presiden (KSP).
Polda Metro Jaya akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sehingga pengendara yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi disarankan menyiapkan rute alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan. Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan arus di lapangan. (RAI)
Rute Alternatif di Sekitar Lokasi Aksi
1. Dari Jakarta Barat menuju kawasan Monas
Jalan Tomang Raya–Jalan Suryopranoto–TL Harmoni–Monas.
2. Dari Jakarta Selatan menuju kawasan Monas
Jalan Tendean–Jalan HR Rasuna Said–Jalan HOS Cokroaminoto–Tugu Tani–Monas.
3. Dari Jakarta Timur menuju kawasan Monas
Jalan Jatinegara–Jalan Kramat Raya–Tugu Tani–Monas.
4. Dari Simpang Semanggi menuju Slipi/Tomang
Jalan Sudirman–Jalan Bendungan Hilir–Jalan Pejompongan–Jalan Letjen S. Parman.
5. Dari Jalan Gatot Subroto menuju Slipi/Tomang
Jalan Gerbang Pemuda–Jalan Patal Senayan–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Letjen S. Parman.