JAKARTA, AFU.ID — Sejumlah daerah di Indonesia mencatatkan penurunan kualitas udara akibat dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Beberapa wilayah di Sumatera bagian selatan bahkan masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi udara di seluruh wilayah terdampak.
Plt. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Noer Adi Wardoyo mangatakan data beberapa daerah yang terdampak pencemaran udara dihimpun melalui pemantauan yang terus dioptimalkan lewat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terintegrasi dengan sistem Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Khusus untuk wilayah Sumatera bagian selatan, penurunan kualitas udara tidak sepenuhnya bisa dikaitkan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Pasalnya, wilayah tersebut juga masih terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut memengaruhi hasil penilaian ISPU. Berikut daftar lengkap daerah yang kualitas udaranya terpantau memburuk.
Kategori Sangat Tidak Sehat:
Kategori Tidak Sehat:
Kategori Sedang (Sumatera):
Kabupaten Muara Enim
Bengkulu Singaran Pati
Bandar Lampung Talang
Kategori Sedang (Jawa):
Menanggapi kondisi ini, Noer Adi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau beserta dampak lanjutannya. Masyarakat juga diminta untuk terus mewaspadai apabila terjadi perubahan signifikan pada kualitas udara di lingkungan sekitar.
Perhatian khusus turut diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, hingga penderita gangguan pernapasan. Kelompok-kelompok tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila diperlukan. (NAD)