JAKARTA, AFU.ID - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di sejumlah daerah sepanjang pekan ini. Ratusan pelajar, guru, hingga santri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut. Lima daerah yang dilaporkan mengalami kasus tersebut yakni Rembang, Jawa Tengah; Tana Toraja, Sulawesi Selatan; Nganjuk, Jawa Timur; Sidoarjo, Jawa Timur; serta Agam, Sumatera Barat.
Jumlah korban di setiap daerah berbeda. Sidoarjo menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni mencapai 730 orang hingga Kamis (3/9) sore. Berikut daftar lima daerah yang dilanda dugaan keracunan MBG:
1. Rembang, Jawa Tengah
Sebanyak 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Rembang, mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9). Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan terdapat makanan yang ditemukan dalam kondisi berlendir saat dilakukan pengecekan. Makanan tersebut merupakan menu ayam bakar yang dimasak sekitar pukul 03.00, sedangkan para siswa mengonsumsinya sekitar pukul 12.00.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terganggu pada Kamis (3/9). Sejumlah siswa dan guru mengalami gejala mual dan diare. DPRD Rembang kemudian meninjau kondisi para korban dengan mendatangi Puskesmas Lasem. Penanganan kasus tersebut masih menunggu hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan.
2. Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Kasus dugaan keracunan MBG juga terjadi di Tana Toraja. Dinas Kesehatan setempat melaporkan sebanyak 136 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale menjalani perawatan setelah mengonsumsi menu MBG. Kepala Dinas Kesehatan Toraja Yosefina mengatakan para siswa dirawat di tiga rumah sakit. Sebanyak 25 orang berada di RS Fatima, 41 orang di RS Sinar Kasih, dan 70 orang di RSUD Lakipadada.
Para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang berasal dari SPPG Batupapan 1 pada Rabu (2/9). Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG Rudy Andi Lolo membenarkan adanya siswa yang dirawat di rumah sakit. Namun, penyebabnya belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
3. Nganjuk, Jawa Timur
Sebanyak 100 pelajar di Nganjuk, Jawa Timur, juga dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9). Kejadian tersebut melibatkan siswa SMAN 3 Nganjuk dan sejumlah siswa SD yang menerima makanan MBG dari SPPG Begadung 2. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan SPPG terkait kejadian tersebut.
"Sementara kami minta sekolah koordinasi dengan SPPG agar sementara waktu untuk dievaluasi, mungkin sementara dari pihak BGN melakukan evaluasi terhadap SPPG tersebut," ujar Aries. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para pelajar setelah mengonsumsi makanan MBG.
4. Sidoarjo, Jawa Timur
Sidoarjo menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak dalam laporan kasus dugaan keracunan MBG pekan ini. Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari 19 sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9). Para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Hingga Kamis (3/9) sore, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmita Herawati mencatat total korban mencapai 730 orang. Sebanyak 23 orang masih menjalani rawat inap, 706 orang sudah menjalani rawat jalan, dan satu orang masih dalam observasi. Dalam penanganan kasus tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan persoalan pada distribusi makanan. SPPG disebut tidak menyertakan informasi jam makanan matang pada ompreng secara lengkap.
Keterlambatan distribusi kemudian menjadi salah satu dugaan penyebab munculnya gangguan kesehatan. BGN telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG yang terlibat sambil menunggu evaluasi dan hasil pemeriksaan laboratorium.
5. Agam, Sumatera Barat
Sebanyak 334 orang di Kecamatan Palupuh, Agam, Sumatera Barat, menjalani perawatan medis setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Senin (31/8). Camat Palupuh Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan para korban berasal dari tiga nagari, yakni Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. "Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari," ujar Nong.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal membenarkan adanya kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang telah dikonsumsi.
Respons BGN
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh setelah muncul laporan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG di sejumlah daerah. "Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah," kata Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam.
Menurut Sudaryono, evaluasi dilakukan terhadap tata kelola, aturan, dan pelaksanaan program MBG. Sementara untuk dugaan tindak pidana, prosesnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. "Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum," ujarnya. Sudaryono mengatakan sejumlah kasus gangguan kesehatan yang diterimanya telah masuk tahap penyidikan.
Namun, dia tidak merinci daerah maupun kasus yang dimaksud. "Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan," imbuhnya.