JAKARTA, AFU.ID — Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras serangan yang dilakukan milisi Houthi dan menegaskan hak negaranya untuk mempertahankan wilayah, aset, kedaulatan, serta keselamatan warga negaranya dari berbagai ancaman keamanan yang terus berlangsung. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, mengatakan serangan yang dilancarkan kelompok Houthi masih terus menyasar sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk infrastruktur sipil dan fasilitas transportasi udara.
Ia menegaskan negaranya akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional sesuai hukum internasional. “Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras serangan Houthi dan menegaskan hak dasarnya untuk membela wilayah, aset, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya,” kata Faisal dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Saudi di Jakarta, Jumat.
Menurut Faisal, sejumlah fasilitas vital yang pernah menjadi sasaran serangan antara lain Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, dan Bandara Raja Fahd. Serangan-serangan tersebut, kata dia, telah menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. “Serangan Houthi mengakibatkan 17 orang tewas dan 333 orang lainnya terluka, termasuk warga negara Arab Saudi dan warga asing dari negara-negara sahabat,” ujarnya.
Pemerintah Saudi juga menyerukan agar masyarakat internasional mengambil langkah yang lebih tegas dengan menjalankan berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait konflik di Yaman. Riyadh meminta dukungan penuh kepada pemerintah Yaman yang diakui secara sah untuk menghadapi kelompok Houthi. “Saudi juga menyeru masyarakat internasional untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Yaman yang sah untuk menghadapi milisi teroris Houthi dan menghentikan ancamannya terhadap Yaman, kawasan, dan dunia,” kata Faisal.
Menurut dia, Arab Saudi selama ini telah berupaya mendorong penyelesaian politik dan dialog sebagai jalan keluar konflik. Namun demikian, kelompok Houthi disebut masih terus melancarkan serangan terhadap target sipil dan objek ekonomi di wilayah Saudi. Faisal juga menuding serangan Houthi pernah mengarah ke kawasan suci umat Islam, yakni Makkah Al-Mukarramah dan Al-Madinah Al-Munawwarah. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya mengancam keamanan tetapi juga menimbulkan keprihatinan umat Islam di berbagai negara.
Selain menyoroti aspek keamanan, Arab Saudi mengklaim tetap menjadi salah satu negara utama yang memberikan dukungan kemanusiaan kepada Yaman. Faisal menyebut total bantuan kemanusiaan, pembangunan, dan ekonomi yang telah disalurkan Saudi kepada Yaman sepanjang 2012 hingga 2026 mencapai lebih dari 12,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp227 triliun. (RHU)