JAKARTA, AFU.ID — Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya dua warga Palestina, termasuk seorang anak berusia empat tahun, Minggu (23/8/2026). Tujuh orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan di wilayah Gaza tengah tersebut. Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan tindakan keras terhadap layang-layang, balon, dan pesawat nirawak yang menurut Israel diluncurkan dari Gaza.
Serangan pertama menghantam sebuah bangunan di Al-Zawayda setelah militer Israel mengeluarkan peringatan agar warga meninggalkan lokasi. Pecahan bangunan melukai sedikitnya enam orang dan menyebabkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Serangan lainnya menghantam kawasan kamp pengungsi Nuseirat.
Pejabat kesehatan Palestina menyebut keseluruhan serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai tujuh warga. Militer Israel menyatakan masih memeriksa laporan mengenai dua serangan itu. Belum ada penjelasan resmi mengenai sasaran maupun dasar penyerangan terhadap kedua lokasi tersebut.
Ancaman Israel disampaikan setelah sedikitnya empat layang-layang dari Gaza mendarat di Kibbutz Nahal Oz pada akhir pekan. Militer Israel mengatakan tidak menemukan benda mencurigakan pada layang-layang tersebut dan memastikan tidak terdapat ancaman bagi masyarakat. Kendati demikian, Katz memerintahkan militer mengambil tindakan terhadap pihak yang dituding terlibat dalam peluncuran.
“Kami menganggap setiap peluncuran sebagai tindakan perang,” kata Katz dalam pernyataan publiknya. Ia menyebut tindakan militer dapat diarahkan kepada lokasi peluncuran maupun pejabat Hamas yang dituding terlibat. Israel belum memaparkan bukti mengenai keterlibatan Hamas dalam penerbangan layang-layang tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Katz kemudian menggelar penilaian keamanan bersama Kepala Staf Militer Israel Letjen Eyal Zamir serta sejumlah pejabat pertahanan. Pemerintah Israel mengancam akan meningkatkan serangan dan memerintahkan evakuasi warga dari daerah yang diduga menjadi lokasi peluncuran apabila aktivitas itu tidak dihentikan. Pejabat Hamas Basem Naim membantah tudingan tersebut dan mengatakan layang-layang diterbangkan anak-anak di tengah reruntuhan Gaza.
Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 telah menghentikan pertempuran besar, tetapi tidak sepenuhnya mengakhiri serangan di Jalur Gaza. Pejabat kesehatan Palestina mencatat lebih dari 1.280 warga tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku. Sementara itu, militer Israel menyatakan empat tentaranya tewas dalam periode yang sama. (RHU)