JAKARTA, AFU.ID — Serangkaian serangan Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina, termasuk tiga anak dan seorang bayi yang masih dalam kandungan, pada Minggu (02/08/26). Serangan tersebut menghantam rumah, apartemen, tenda pengungsian, kendaraan, dan sepeda motor di Gaza City, Deir al-Balah, serta Khan Younis. Peristiwa ini terjadi dua hari setelah Amerika Serikat dan Dewan Perdamaian mengumumkan peta jalan untuk melanjutkan tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata.
Di kawasan Al-Qarara, barat laut Khan Younis, serangan udara menghantam sebuah apartemen dan menewaskan pasangan suami istri beserta anak perempuan mereka. Tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Artileri Israel juga menggempur kawasan Dar Al-Salam di pusat Khan Younis, meski belum ada laporan korban dari serangan tersebut.
Serangan lain menghantam sebuah rumah di kawasan Al-Mashaala, sebelah barat Deir al-Balah, dan menewaskan pasangan lanjut usia. Sejumlah serangan di wilayah yang sama juga mengenai warga sipil, tenda pengungsian, dan kendaraan. Petugas medis menyebut hari itu sebagai salah satu rangkaian serangan paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.
Di Gaza City, sebuah apartemen di Menara Al-Sousi dihantam serangan yang menewaskan pasangan suami istri, anak laki-laki mereka yang berusia lima tahun, serta bayi yang masih berada dalam kandungan. Serangan terhadap tenda pengungsian di kota yang sama juga menewaskan dua orang, termasuk seorang anak, serta melukai delapan lainnya. Serangan terpisah terhadap sebuah kendaraan di dekat Saraya Square menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina.
Korban lainnya dilaporkan tewas setelah menjadi sasaran serangan di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza utara. Seorang warga mengalami luka kritis dalam serangan tersebut, sementara serangan terhadap apartemen di kawasan Al-Nasr melukai satu orang. Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke arah bagian timur Al-Tuffah tanpa laporan korban pada saat informasi ini disampaikan.
Militer Israel menyatakan bahwa sebagian serangan menargetkan anggota kelompok bersenjata, termasuk dua komandan pasukan elite Nukhba Hamas di Deir al-Balah. Militer juga mengatakan masih memeriksa serangan lain yang terjadi di Gaza City dan Jabalia. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait seluruh korban sipil yang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Serangan ini terjadi setelah Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat menerbitkan peta jalan 15 poin untuk melaksanakan tahap akhir kesepakatan gencatan senjata. Israel belum mengumumkan persetujuan resmi terhadap usulan tersebut, sementara sejumlah pejabatnya menyatakan operasi militer belum akan dihentikan sebelum Hamas melucuti senjata. Utusan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengatakan upaya deeskalasi terus dilakukan agar rencana tersebut dapat dijalankan.
Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 belum sepenuhnya menghentikan serangan dan jatuhnya korban di Gaza. Pejabat Palestina mencatat lebih dari 1.200 warga tewas dalam berbagai serangan sejak kesepakatan itu diberlakukan. Serangan terbaru kembali terjadi ketika para mediator berupaya membawa para pihak memasuki tahap berikutnya dari perjanjian tersebut. (RHU)