Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 165 Orang, Kemlu RI: 45 WNI dalam Kondisi Aman
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal terus dipantau setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Nepal. Hingga Kamis (27/8/2026), belum ada laporan WNI yang terdampak bencana tersebut. Pemantauan dilakukan terhadap WNI yang tinggal di Nepal dan wisatawan yang datang untuk kegiatan pendakian pegunungan Himalaya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan pemantauan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka dan KBRI Beijing dengan melibatkan jejaring komunitas WNI dan Konsul Kehormatan RI di Kathmandu. KBRI Dhaka meminta agen perjalanan yang membawa WNI ke Nepal segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi wisatawan yang mereka dampingi. “Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
Tercatat 45 WNI yang menetap di Nepal, dengan sebagian besar tinggal di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. Kemlu memberi perhatian khusus kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan karena sejumlah wilayah terdampak adalah kawasan yang menjadi tujuan perjalanan dan pendakian. WNI juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari lokasi terdampak, serta mengandalkan informasi dari sumber resmi.
Bencana banjir bandang di Nepal telah menewaskan 165 orang dan membuat ratusan lainnya masih hilang. Banjir bercampur lumpur dan material longsoran menerjang wilayah di sepanjang Sungai Bhote Koshi dan Trishuli hingga menyapu bangunan, kendaraan, desa, dan kawasan pasar. Di wilayah Tibet, media China melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya masih dinyatakan hilang akibat longsor di Pelabuhan Gyirong.
Penyebab bencana sempat diduga berkaitan dengan gempa setelah getaran magnitudo 4,4 tercatat di perbatasan Nepal-China. Namun, US Geological Survey (USGS) kemudian mengklarifikasi getaran tersebut bukan gempa bumi, melainkan efek dari longsor dahsyat yang kekuatannya tercatat setara gempa magnitudo 5,2. Sementara itu, para ilmuwan menyebut bongkahan besar gletser runtuh dari pegunungan Himalaya, jatuh ke lembah, lalu memicu longsoran es dan batu menuju aliran sungai. Namun, penyebab pasti banjir bandang ini masih dalam tahap penyelidikan. (RAI)