JAKARTA, AFU.ID — Iran kembali menggunakan persenjataan rudalnya dalam serangkaian serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Salah satu rudal yang menjadi perhatian adalah Kheibar Shekan, rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Nama Kheibar Shekan dalam bahasa Persia berarti "Castle Breaker" atau "penghancur benteng". Rudal ini disebut menjadi salah satu senjata penting Iran dalam merespons serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Mengutip Al Jazeera, Kamis (3/9/2026), Kheibar Shekan merupakan salah satu sistem rudal balistik jarak menengah Iran yang relatif baru. Rudal tersebut diperkenalkan ke publik pada 2022 dan memiliki jangkauan sekitar 1.450 kilometer, dengan kapasitas hulu ledak sekitar 449 hingga 590 kilogram. Dengan jangkauan tersebut, Kheibar Shekan dapat digunakan untuk menyerang berbagai sasaran militer di kawasan Timur Tengah, termasuk sejumlah fasilitas yang terkait dengan keberadaan militer AS di kawasan Teluk.
Salah satu karakteristik utama Kheibar Shekan adalah penggunaan bahan bakar padat. Teknologi ini memungkinkan rudal dipersiapkan dan diluncurkan dalam waktu relatif singkat karena tidak membutuhkan proses pengisian bahan bakar sebelum peluncuran seperti rudal berbahan bakar cair. Rudal berbahan bakar padat juga memiliki keuntungan dari sisi penyimpanan dan mobilitas. Bahan bakarnya dapat disimpan dalam waktu lama tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan, sementara kebutuhan dukungan logistik untuk proses peluncuran menjadi lebih sederhana.
Karakteristik tersebut membuat rudal berbahan bakar padat lebih sulit dideteksi dalam tahap persiapan peluncuran. Dalam situasi konflik, kemampuan untuk meluncurkan rudal dalam waktu singkat dapat memperkecil waktu peringatan bagi pihak yang menjadi sasaran. Iran mengklaim telah menggunakan Kheibar Shekan untuk menyerang sasaran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah selama konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Pada pekan ini, media pemerintah Iran melaporkan penggunaan rudal tersebut dalam serangan balasan terhadap aset militer AS di Yordania. Serangan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran di Iran. Sebelumnya, pasukan AS menyerang peluncur roket di Pulau Larak, kawasan Selat Hormuz, pada Senin.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap aset militer AS di kawasan tersebut. Sasaran Iran dilaporkan mencakup sejumlah fasilitas AS di Yordania dan Uni Emirat Arab. Pada Juli 2026, IRGC juga merilis rekaman yang memperlihatkan Kheibar Shekan bersama sejumlah rudal Iran lainnya, termasuk Fateh-110, Zolfaghar, dan Emad, yang disebut digunakan dalam serangan terhadap sasaran militer AS.
Beberapa hari sebelumnya, IRGC menyatakan telah menyerang fasilitas pemeliharaan pesawat militer AS serta pusat komando dan kendali baru di Azraq, Yordania, menggunakan Kheibar Shekan. Kheibar Shekan bukan satu-satunya sistem rudal yang dimiliki Iran. Teheran memiliki kombinasi rudal balistik jarak pendek, jarak menengah, hingga rudal jelajah.
Untuk rudal balistik jarak pendek, Iran memiliki sejumlah varian Fateh, Zolfaghar, Qiam-1, serta rudal generasi sebelumnya seperti Shahab-1 dan Shahab-2. Iran juga memiliki rudal balistik jarak menengah seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, Khorramshahr, Sejjil, serta sistem yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem.
Rudal-rudal tersebut memberikan Iran kemampuan untuk menjangkau sejumlah sasaran di Israel maupun fasilitas militer AS di negara-negara kawasan Teluk. Selain rudal balistik, Iran memiliki sejumlah rudal jelajah seperti Soumar, Ya-Ali, Quds, Hoveyzeh, Paveh, dan Ra'ad. Rudal jelajah Soumar, misalnya, diklaim memiliki jangkauan hingga sekitar 2.500 kilometer.
Pengembangan dan penggunaan berbagai jenis rudal tersebut menjadi bagian penting dari strategi pertahanan dan serangan jarak jauh Iran. Dalam konflik dengan AS dan Israel, kemampuan tersebut juga digunakan Teheran untuk menunjukkan bahwa kapasitas rudalnya masih tersedia meski telah berulang kali menjadi sasaran serangan. Nama Kheibar Shekan sendiri diambil dari Khaybar, sebuah nama yang berkaitan dengan permukiman berbenteng dalam sejarah awal Islam. Sementara "Shekan" berarti penghancur atau pemecah. Dengan kemampuan jarak menengah dan sistem bahan bakar padat, rudal ini kini menjadi salah satu senjata yang menonjol dalam respons militer Iran terhadap serangan AS dan Israel. (EER)