Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Rima (32), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah korban dengan berbagai modus. Perempuan tersebut ditangkap saat berada di sebuah hotel di Situbondo bersama seorang teman prianya. Salah satu korban merupakan anggota TNI, mengaku mengalami kerugian hingga Rp37 juta.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal mengatakan, Rima saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut. Berdasarkan pengakuan salah satu korban, Nanang, anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Malang, mengenal Rima melalui media sosial pada 2025. Dalam perkenalan itu, Rima mengaku berprofesi sebagai dokter dan mampu meyakinkan korban karena mengetahui nama sejumlah senior Nanang beserta anggota keluarganya. Sejak saat itu komunikasi keduanya semakin intens hingga keluarga Rima disebut pernah bertemu dengan korban.
Setelah hubungan keduanya semakin dekat, Rima menawarkan pembelian perabot rumah tangga dengan sistem pembayaran secara mencicil. Nanang kemudian beberapa kali mentransfer uang karena percaya barang yang dijanjikan akan dikirim. Namun, hingga total dana yang ditransfer mencapai sekitar Rp37 juta, barang tersebut tidak pernah diterima.
"Saya ditipu oleh Rima hingga sekitar Rp37 juta. Semua bukti percakapan dan bukti transfer masih saya simpan," ujar Nanang, Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan transfer terakhir yang dikirimkan kepada Rima senilai Rp11 juta dan hingga kini tidak pernah mendapat barang maupun pengembalian uang.
Nanang mengaku sempat mencari keberadaan Rima dengan mendatangi keluarganya di Kabupaten Jember. Menurut pengakuannya, keluarga tersebut menyatakan sudah tidak mengakui Rima karena diduga kerap terlibat kasus serupa, sementara korban juga menyebut Rima pernah menyebarkan informasi bahwa dirinya merupakan tunangan Nanang untuk mempermudah menjalankan aksinya. Polisi masih mengembangkan penyelidikan terkait perkara tersebut dan mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban dengan modus serupa agar segera melapor. (RAI)