JAKARTA, AFU.ID - Kasus debt collector yang diduga masuk secara paksa ke dalam mobil di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, berujung pada keributan antara keluarga pelapor dan rekan terlapor di sekitar Polsek Cengkareng. Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut. Peristiwa bermula saat seorang debt collector berinisial E diduga masuk ke dalam mobil yang sedang melaju di kawasan Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng.
Dalam video yang beredar di media sosial, E terlihat berada di dalam mobil dan meminta pengemudi menepi karena cicilan kendaraan disebut belum dibayarkan. E juga diduga melakukan intimidasi terhadap pengemudi hingga terjadi tindakan fisik. Peristiwa tersebut kemudian direkam oleh seorang perempuan yang berada di dalam mobil. Dalam rekaman, terjadi adu mulut antara perempuan tersebut dengan debt collector.
Ia meminta E turun dari mobil dan meminta pengemudi tetap menjalankan kendaraan. Video itu kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian publik. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, Polsek Cengkareng bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengamankan E di kantornya di wilayah Cengkareng.
E kemudian dibawa ke Polsek Cengkareng untuk menjalani pemeriksaan. Polisi mencocokkan keterangan E dengan keterangan dari pihak pelapor untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya. Namun, persoalan kembali memanas pada malam harinya. Sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah rekan E datang ke sekitar Polsek Cengkareng untuk mengetahui kondisi rekannya yang sedang diperiksa polisi.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, rekan-rekan E tidak masuk ke dalam kantor polisi. Mereka justru bertemu dengan keluarga pelapor di sekitar lokasi. Kedua pihak sempat berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, keluarga pelapor memilih tetap melanjutkan perkara. "Namun, keluarga pelapor tetap memilih melanjutkan perkara," kata Nasriadi.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok antara keluarga pelapor dan rekan-rekan E. Momen itu direkam hingga videonya kembali beredar di media sosial. Polisi menegaskan keributan tersebut bukan terjadi di dalam kantor Polsek Cengkareng. Nasriadi mengatakan cekcok terjadi antara keluarga pelapor dan rekan-rekan terlapor di sekitar lokasi.
"Seakan terjadi di depan Polsek Cengkareng ini keributan, padahal itu adalah cekcok mulut antara keluarga si pelapor dengan teman-temannya si terlapor," ujar Nasriadi. Kapolsek Cengkareng bersama tim piket, Propam, dan anggota Reskrim kemudian turun untuk menenangkan situasi. Setelah keadaan kondusif, rekan-rekan E meninggalkan lokasi dan kembali ke tempat mereka.
Polisi juga meluruskan informasi mengenai identitas pelapor. Nasriadi mengatakan, rekan-rekan E belum mengetahui identitas pelapor ketika mereka datang ke sekitar Polsek Cengkareng. Identitas pelapor baru diketahui setelah yang bersangkutan selesai memberikan keterangan kepada polisi dan keluar dari kantor Polsek Cengkareng.
Sementara itu, penyidik masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengetahui apakah E bertindak seorang diri atau ada pihak lain yang turut terlibat. "Kita terus melakukan pengembangan proses penyidikan, apakah terlapor ini melakukan dengan diri sendiri atau ada pihak-pihak lain yang terlibat," jelas Nasriadi. (FAD)