JAKARTA, AFU.ID - Viral aksi penagihan paksa debt collector atau mata elang (matel) hingga nekat masuk ke mobil nasabah terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat. Video viral itu diunggah salah seorang pengguna threads yang juga menjadi korban penagihan matel dari salah satu Financ.
Aksi nekat dan membahayakan nyawa itu terjadi di SPBU Kamal Raya (Pintu Air), Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat sore (21/8/2026) sekitar pukul 17:45 WIB. Dalam video yang dilihat AFU.ID, seorang debt collector bertato berusaha menagih terhadap seseorang penumpang di kursi depan.
Diduga aksi itu dilakukan dengan dalih nasabah menunggak atas cicilan mobil. Meski begitu, korban mengaku sudah membayar cicilan dengan melampirkan bukti pembayaran di ponsel.
"Udah bayar pak," kata seorang perempuan yang ditagih debt collector. "Iya makanya parkir ibu jangan begitu yaudah bapak turun iya makanya parkir saya gak bisa belum bayar bu makanya parkir coba sini saya bicara," sahut oknum matel.
Perdebatan saat berkendara itu sangat membahayakan pengemudi. Sopir tampak panik selama cekcok antara nasabah dan penagih.
Matel itu berdalih, jika nasabah itu belum membayar angsuran. Meski begitu, korban telah menunjukkan bukti pembayaran sembari menelepon pihak BFI Finance perihal angsuran yang menyebabkan dirinya ditagih saat berkendara.
"Makanya jangan langsung begitu katanya belum bayar belum bicara oke oke mau parkir atau tidak saya mau turun saya mau turun ini parkir. Ini kantor saya halo bos eh itu kantor saya bu itu kantor saya udah dibayar pak belum eh itu kantor saya bu".
"Ini kantor saya silahkan lu penjarain saya tunggu lu lu belum bayar si, bukti bayarnya mana orang!," kata matel itu lagi.
Merespons peristiwa ini, Polsek Cengkareng membenarkan jika ada laporan terkait cekcok nasabah dengan oknum debt collector. Kapolsek Cengkareng, AKP Rahis Fadhlillah mengatakan, korban sudah melapor ke Polsek.
"Benar. Kejadiannya hari Jumat kemarin dan korban telah melapor," kata Rahis kepada Afu.id," Sabtu (22/8/2026).
Rahis menambahkan, pihaknya tengah mendalami laporan tersebut untuk ditelusuri. Pihaknya berjanji akan segera memburu pelaku berdasarkan bukti-bukti video yang dilampirkan korban.
"Unit Reskrim Polsek Cengkareng akan mendalami laporan ini. Mohon doa dan dukungan agar pelaku segera tertangkap," pungkas Rahis. (FAP)