Cabuli Murid SD Selama Dua Tahun, Pria di Pamekasan Ditangkap Polisi
Ringkasan Berita
Seorang pria berinisial NW (47) ditangkap oleh polisi di Pamekasan, Jawa Timur, setelah diduga melakukan kekerasan seksual berulang kali terhadap seorang anak berusia 8 tahun selama dua tahun, dari 2024 hingga 2026. Penangkapan dilakukan setelah korban melapor kepada keluarganya, yang kemudian mengadukan kasus ini kepada pihak berwajib. Polisi telah melakukan penyelidikan dan memberikan pendampingan kepada korban, serta menyiapkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan, dengan pelaku dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Berita Terkait
Hukum & Kriminal
Tiga Tahun Peras Siswa SD Buat Judi Online, Penjaga Sekolah di Bintan Ditangkap Polisi

Hukum & Kriminal
Cabuli Anak dibawah Umur di Gang Sempit, Driver Ojol Pelaku Pencabulan Ditangkap di Bekasi

Hukum & Kriminal
Polisi Tangkap Pria di Jakut Gara-gara Pelecehan Seksual, Tapi Korbannya Seekor Anjing

Hukum & Kriminal
Tiga Tahun Peras Siswa SD Buat Judi Online, Penjaga Sekolah di Bintan Ditangkap Polisi

Hukum & Kriminal
Cabuli Anak dibawah Umur di Gang Sempit, Driver Ojol Pelaku Pencabulan Ditangkap di Bekasi

Hukum & Kriminal
Polisi Tangkap Pria di Jakut Gara-gara Pelecehan Seksual, Tapi Korbannya Seekor Anjing



Hukum & Kriminal
Peras Korban Ratusan Juta Pakai Rekaman Video Call Intim, Pria di Sulsel Ditangkap Polisi

Pilihan Redaksi
Hukum & Kriminal
Alibi Anak Muntah namun Ditemukan Lebam di Wajah dan Badan, Bayi 1 Bulan Tewas Dianiaya



Nasional
Ironi Lapangan Kerja Indonesia: 73,8 Persen Driver Ojol Mengaku Masuk Ekonomi Gig Karena Tak Dapat Kerja Formal


Nusantara
Dedi Mulyadi Hentikan Proyek AI Jatiluhur yang Sebelumnya Diresmikannya Sendiri, Ternyata Belum Kantongi AMDAL



Nasional
GRIB Jaya Apresiasi Arah Baru Kapolri Suyudi: Buktikan, Jangan Sia-siakan Kepercayaan Masyarakat

Olahraga
Hasil Perolehan Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Kumpulkan 35 Medali, Tetapi Turun ke Posisi 14


Nasional
Rocky Gerung Beberkan Perannya di Wantimpres “Persepsi Publik Sering Berbeda dengan Presiden”










