JAKARTA, AFU.ID — Pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama akan menghadapi salah satu balapan terpenting musim ini saat Moto3 Mandalika 2026 digelar pada 9-11 Oktober mendatang. Berbekal hasil positif di Moto3 Jepang, Veda kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 105 poin. Selisihnya dengan pembalap Malaysia Hakim Danish yang berada di peringkat ketujuh sudah tidak ada lagi karena keduanya sama-sama mengoleksi 105 poin.
Hasil di Sirkuit Motegi menjadi modal penting bagi Veda menjelang tampil di hadapan publik sendiri. Pebalap Honda Team Asia itu finis di posisi ke-11 dan mengamankan tambahan lima poin, sementara Hakim Danish hanya finis tepat di belakangnya dengan tambahan empat poin. Capaian tersebut membuat Veda berhasil memangkas jarak poin yang sebelumnya memisahkan kedua pembalap.
Keberhasilan mengungguli Hakim Danish di Jepang juga menghentikan catatan kurang baik Veda dalam beberapa seri sebelumnya. Dalam tiga putaran beruntun sebelum Motegi, Veda selalu berada di belakang rivalnya tersebut. Karena itu, balapan di Mandalika menjadi kesempatan besar bagi Veda untuk melanjutkan momentum positif sekaligus merebut posisi tujuh klasemen dunia.
Target tersebut terbilang realistis mengingat jarak poin kedua pembalap kini sudah sama. Jika Veda mampu finis lebih baik dari Danish di Mandalika, maka posisi ketujuh klasemen berpeluang berpindah tangan. Dukungan publik Indonesia juga diperkirakan menjadi keuntungan tambahan bagi pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut.
Selain persaingan dengan Danish, Veda juga berpeluang semakin mendekati kelompok enam besar klasemen. Saat ini posisi keenam ditempati Valentin Perrone dengan koleksi 120 poin. Dengan beberapa seri tersisa hingga akhir musim, peluang Veda untuk memperbaiki peringkat masih terbuka apabila mampu menjaga konsistensi poin.
Moto3 Mandalika juga akan menjadi kesempatan bagi Veda untuk kembali menunjukkan perkembangan performanya setelah menjalani musim yang kompetitif bersama Honda Team Asia. Bermain di sirkuit yang sangat dikenalnya memberikan keuntungan tersendiri dibanding sebagian besar rivalnya yang berasal dari Eropa. Karena itu, balapan di Mandalika dipandang sebagai salah satu peluang terbaik Veda untuk mencatat hasil besar musim ini.
Sementara itu, persaingan gelar juara dunia Moto3 2026 masih dipimpin Maximo Quiles dengan 326 poin. David Almansa berada di posisi kedua dengan 199 poin, disusul Alvaro Carpe dengan 191 poin. Dengan enam seri tersisa, fokus Veda saat ini lebih realistis, yakni terus mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi di papan klasemen.
Bagi publik Indonesia, Mandalika bukan hanya menjadi seri kandang biasa. Balapan ini juga menjadi panggung bagi Veda untuk membuktikan diri sebagai salah satu pembalap muda Asia yang mampu bersaing di level dunia. Jika mampu mengalahkan Hakim Danish untuk kedua kalinya secara beruntun, Veda berpeluang menutup akhir pekan di Lombok dengan status penghuni tujuh besar klasemen Moto3 2026. (RHU)