JAKARTA, AFU.ID — Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Rabu (6/6/2026) pagi tadi.
Ancaman mematikan dari muntahan abu vulkanik tebal dan perluasan awan panas pun mengintai para warga di pemukiman setempat.
“Berpotensi terlanda perluasan awan panas,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, yang memberi peringatan atas peristiwa tersebut.
Secara analitis, gunung di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang tersebut meletus sebanyak tiga kali sejak pukul 05.42 WIB.
Kolom abu yang memuncah dari bibir kawah mencapai 500 meter dan 800 meter pada pukul 06.12 WIB.
Erupsi kedua mencatat amplitudo maksimum 17 milimeter (mm) selama 92 detik.
Kemudian letusan ketiga setinggi 500 meter pada pukul 07.56 WIB dengan amplitudo 22 mm berdurasi 118 detik.
“Erupsi itu terekam di seismograf,” tutur Sigit Rian Alfian, merinci data instrumen pemantau.
Menghadapi kalkulasi bahaya pada status Level III (Siaga) tersebut, otoritas melarang total seluruh aktivitas warga di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer (km) dari pusat erupsi.
“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas,” ujar Sigit Rian Alfian dengan tegas, menginstruksikan pengosongan zona merah.
Di luar zona mematikan tersebut, warga juga tak boleh mendekati sempadan sungai pada jarak 500 meter hingga 17 km dari puncak, serta radius 5 km yang sangat berisiko.
“Rawan terhadap bahaya lontaran batu,” kata Sigit Rian Alfian, memaparkan potensi proyektil mematikan dari kawah.
Sebagai langkah mitigasi darurat, kewaspadaan tingkat tinggi wajib diterapkan terhadap ancaman lahar di anak sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
“Harus mewaspadai potensi awan panas,” pungkas Sigit Rian Alfian, mendesak kesiagaan masyarakat sekitar lembah sungai. (ADR/NAD)