Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Gunung Semeru Erupsi Disertai Guguran Awan Panas
Bagikan:
Penulis: Muhammad Fakhruddin · Reporter: ANTARA/HO-PVMBG
Ringkasan Berita
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, dengan enam kali letusan tercatat dan tinggi mencapai 500 meter di atas puncak. Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru ditetapkan pada Level III atau Siaga, dengan rekomendasi kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak dan dalam radius 5 km dari kawah, guna mengurangi risiko bahaya dari lontaran batu, awan panas, serta aliran lahar.
Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran pada Selasa (18/8/2026) malam.
LUMAJANG, AFU.ID - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan erupsi gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 3 menit 55 detik.
Catatan petugas menyebutkan Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak enam kali pada Selasa sejak pukul 01.20 WIB hingga pukul 20.33 WIB dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak. "Namun tinggi kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. "Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Mukdas Sofian.