Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis (25/6/2026). Letusan terbaru terjadi pada pukul 09.24 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau setinggi 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan kolom letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke sisi selatan gunung. Berdasarkan catatan petugas, erupsi tersebut merupakan letusan kelima yang terjadi sepanjang Kamis pagi. Erupsi pertama terjadi pukul 05.44 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik kembali meningkat pada pukul 06.36 WIB dengan kolom letusan setinggi 900 meter, disusul erupsi pukul 06.51 WIB yang menghasilkan kolom abu sekitar 600 meter. Letusan berikutnya terjadi pada pukul 07.32 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter sebelum kembali erupsi pada pukul 09.24 WIB.
“Untuk saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga,” kata Liswanto, Kamis (25/6/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi. “Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” tegas Liswanto.
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sejumlah sungai yang berhulu di puncak Semeru. “Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tutupnya. (ANT/RAI).