Pesawat latih Sky Ranger dengan registrasi PK-S360 mengalami pendaratan darurat di persawahan tembakau di Blora, Jawa Tengah, setelah mengalami gangguan pada putaran mesin (RPM) saat penerbangan dari Lanud Adisutjipto menuju Lanud Abdulrachman Saleh. Meskipun pesawat terbakar setelah berhenti, pilot Dhony Vasmin A dan kopilot Ignatius Andrew berhasil keluar dengan selamat dan menerima penanganan medis. TNI Angkatan Udara sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan yang menyebabkan insiden tersebut dan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kondisi Pesawat latih jenis fixed wing Sky Ranger di Dukuh Jarmlati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026). (ANTARA FOTO/HO-BPD Blora)
JAKARTA, AFU.ID – Pesawat latih jenis fixed wing Sky Ranger mengalami pendaratan darurat di area persawahan tembakau, Dukuh Jarmlati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026). Pesawat kemudian terbakar setelah berhenti, tetapi pilot dan kopilot berhasil keluar dengan selamat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat Swayasa Bermotor dengan registrasi PK-S360 mengalami gangguan pada putaran mesin atau RPM saat penerbangan. Pesawat tersebut diterbangkan Dhony Vasmin A bersama kopilot Ignatius Andrew. Keduanya selamat dan telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Kecamatan Ngawen, Blora.
“Pesawat melaksanakan penerbangan dari Lanud Adisutjipto menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dalam penerbangan, pesawat mengalami gangguan pada putaran mesin (RPM), sehingga pilot mengalihkan penerbangan menuju Bandara Ngloram, Blora,” kata Nyoman dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026). Pilot kemudian melakukan pendaratan darurat sebelum pesawat mencapai Bandara Ngloram.
Pesawat mendarat di lahan persawahan tembakau dan berhenti di lokasi tersebut. Setelah pesawat berhenti, api kemudian membakar pesawat. Pilot dan kopilot berhasil keluar dari pesawat sebelum api membesar. Pesawat PK-S360 sebelumnya diketahui mengikuti Pangandaran Air Show yang digelar di Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026).
TNI AU masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami pesawat hingga harus melakukan pendaratan darurat. Pemeriksaan juga mencakup faktor lain yang berkaitan dengan insiden tersebut. “Untuk mengetahui penyebab kejadian, dilakukan pemeriksaan terhadap pesawat dan faktor-faktor yang berkaitan dengan insiden sebagai bahan evaluasi dan upaya mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” ujar Nyoman. (FAD)