JAKARTA, AFU.ID — Mahasiswi Universitas Pancasila bernama Nabila Adisti Nuzilah Ramadhani (20) meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di perlintasan Jalan Taman Kota Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/26) sekitar pukul 11.50 WIB. Korban meninggal dunia di lokasi akibat luka berat yang dialaminya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan korban awalnya berjalan kaki dari arah utara menuju selatan. Saat itu, palang pintu perlintasan kereta api di dekat Stasiun Taman Kota telah berada dalam kondisi tertutup. Korban kemudian tetap berjalan memasuki area perlintasan.
Pada waktu bersamaan, Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Nomor 847A melaju dari arah barat menuju timur. Korban tertemper kereta ketika berada di area perlintasan. Benturan mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian kepala serta kedua kaki. “Sesampainya di perlintasan kereta api Stasiun Taman Kota, korban tertemper Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Nomor 847A yang melaju dari arah barat menuju ke timur,” kata Joko.
Petugas kepolisian mendatangi lokasi setelah menerima laporan kecelakaan tersebut. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi yang berada di sekitar perlintasan. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan korban berada di area rel ketika kereta melintas.
Nabila merupakan mahasiswi Program Diploma Tiga Farmasi angkatan 2024 Universitas Pancasila. Ia tercatat sebagai warga Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Fakultas Farmasi Universitas Pancasila menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya Nabila melalui media sosial resmi kampus.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai tujuan perjalanan korban sebelum kecelakaan. Polisi juga belum menjelaskan apakah terdapat faktor lain yang memengaruhi kejadian tersebut. Penyelidikan masih dilakukan oleh Satlantas Polres Metro Jakarta Barat. (RHU)